09 June 2021, 19:07 WIB

Denny-Difriadi Pertimbangkan Gugat Hasil PSU Kalsel


Denny Susanto | Nusantara

PASANGAN calon nomor urut 02 pemilihan kepala daerah (Pilkada) Kalimantan Selatan (Kalsel) Denny Indrayana-Difriadi Darjat mempertimbangkan mengajukan gugatan PHPU ke Mahkamah Konstitusi (MK) terkait hasil pemuingutan suara ulang (PSU).

Informasi dihimpun menunjukkan, perhitungan suara di tiga wilayah PSU yaitu Kota Banjarmasin, Kabupaten Banjar dan Kabupaten Tapin, paslon petahana unggul jauh atas paslon 02. Sementara tingkat partisipasi pemilih lebih dari 70 persen.

"Kami mempertimbangkan secara hati-hati, karena ini adalah nasib Kalsel yang dititipkan ke kami dengan suara yang sangat besar. Kami memilih untuk terus berjuang sampai titik darah penghabisan. Artinya kami membuka opsi mengajukan sengketa hasil pemilihan gubernur ke MK," ujar Denny, Rabu (9/6).

Denny juga meminta maaf kepada masyarakat Kalsel karena memperpanjang proses pemilihan gubernur. "Kami minta maaf, karena ini memperjuangkan prinsip haram menyarah waja sampai kaputing. Ini adalah proses terakhir apapun putusan MK nanti, itu akan kita hormati," ujarnya.

Dirinya juga menegaskan pihaknya terus menjaga amanat rakyat dan memastikan tidak ada transaksi apapun, suara rakyat harus dihormati. Opsi perjuangan ke MK dibolehkan oleh perundang-undangan. Gugatan ke MK juga sebagai bentuk kontribusi pihaknya untuk menjaga suasana Kalsel tetap aman dan kondusif. 

Daerah PSU meliputi lima kecamatan di Kabupaten Banjar, yaitu Kecamatan Astambul, Matraman, Martapura, Aluh-Aluh dan Sambungan Makmur. Sebanyak 24 TPS di Kecamatan Binuang, Kabupaten Tapin, dan Kecamatan Banjarmasin Selatan, Kota Banjarmasin. Total PSU digelar di 827 TPS, dengan jumlah pemilih sesuai DPT sebanyak 266.736 orang pemilih.

Pada Pilkada serentak Desember 2020 lalu selisih perolehan suara dua paslon ini hanya sekitar 8.000 suara untuk keunggulan paslon 01. (OL-15)

BERITA TERKAIT