09 June 2021, 18:56 WIB

Lombok Tengah Dukung Climate Smart Agriculture dengan Sampel GRK


mediaindonesia.com | Nusantara

KABUPATEN Lombok Tengah adalah satu wilayah yang mendapatkan Program Strategic Irrigation Modernization and Urgent Rehabilitation Project (SIMURP) siap mendukung program utama Kementerian Pertanian.

Tahun 2021 kegiatan difokuskan difokuskan untuk kelompok tani utama, didukung dengan kelompok tani satelit (kelompok tani di luar kelompok SIMURP) mengembangkan teknologi Climate Smart Agriculture (CSA).

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo selalu menegaskan harus menyukseskan program-program utama Kementan tanpa terkecuali SIMURP.

"Program-program utama Kementan lainnya seperti peningkatan pemberdayaan petani dan penyuluh harus didukung. Semuanya merupakan kunci keberhasilan pembangunan pertanian dan pembangunan pertanian dimulai dari penyuluhnya kemudian petaninya," ujar Mentan.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian Dedi Nursyamsi mengingatkan jika SIMURP merupakan program antarlintas kementerian/lembaga, di mana ada 4 kementerian/lembaga  yang turut mengawal.

 "Climate Smart Agriculture atau Pertanian Cerdas Iklim adalah kunci andalan SIMURP sehingga harus betul-betul dipahami oleh seluruh pelaksana SIMURP Pusat dan daerah," ujar Dedi dalam keterangannya, Rabu (9/6).

Ia menjelaskan, saat ini kegiatan pengambilan sampel emisi GRK (Gas Rumah Kaca) tengah dilakukan di seluruh lokasi SIMURP. Melalui penerapan CSA diharapkan kadar emisi GRK ke udara yang menyebabkan iklim menjadi tidak menentu dapat dikurangi.

Menindaklanjuti itu, Kelompok Tani Ingin Maju I Desa Batu Tulis BPP Jonggat Kabupaten Lombok Tengah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) telah menerapkan CSA.

Lalu Budiarta, Ketua Poktan Ingin Maju I BPP Jonggat, menyebut bahwa hadirnya SIMURP menambah pengetahuan petani.

Sebelumnya petani fokus pada menanam-panen-menanam-panen. Setelah ada SIMURP, sekarang petani juga tahu bahwa produktivitas tinggi tidak akan terwujud tanpa tanah yang subur dan iklim yang juga mendukung kegiatan pertanian.

"Di antaranya dimulai dengan pemilihan bibit unggul, penentuan metode tanam jajar legowo 4x1, hingga pemilihan pupuk yang ramah lingkungan," ujar Budiarta.

Pengambilan sampel GRK telah dilakukan pada Selasa (8/6) di Kelompok Tani Ingin Maju I Desa Batu Tulis Kecamatan Jonggat. Kegiatan tersebut juga dihadiri oleh Kepala Balai Pelatihan Pertanian Provinsi NTB, Kepala UPT BPP Jonggat, penyuluh pendamping serta petani penerima manfaat SIMURP.

SIMURP berupaya mengajak petani di BPP Jonggat untuk menyadari bahwa selain mendorong produktivitas, melestarikan lingkungan juga tidak boleh dikesampingkan.

Salah satu upaya pelestarian lingkungan yang didukung oleh SIMURP adalah penurunan emisi GRK di sektor pertanian, tutup Kepala Balai Pelatihan Pertanian Provinsi NTB, Hendro Yulistiono. (RO/OL-09)

BERITA TERKAIT