09 June 2021, 17:52 WIB

OKI Siapkan SDM dan Peralatan Antispasi Karhutla


Dwi Apriani | Nusantara

KABUPATEN Ogan Komering Ilir merupakan salah satu daerah yang rawan dengan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Hal itu lantaran daerah tersebut sebagian besar adalah lahan gambut yang apabila kemarau atau musim kering akan sangat mudah terbakar.

Karenanya, sebagai upaya antisipasi karhutla yang meluas, berbagai pihak diminta untuk melakukan pencegahan dan mempersiapkan sumber daya manusia serta peralatan penanganan karhutla.

Kapolda Sumsel Irjen Eko Indra Heri mengatakan kesiapan SDM dan peralatan adalah hal utama dalam mencegah dan menangani karhutla di OKI. "Karenanya hari ini saya sendiri yang mengecek kesiapan SDM dan peralatan di OKI, kita semua harus bersatu padu dalam upaya pencegahan karhutla ini. Karena bukan hanya pemerintah, ini juga menjadi tugas kepolisian, TNI, dan semua pihak terkait termasuk perusahaan dan masyarakat," kata Eko, usai memimpin apel kesiapan personil dan sarana prasarana dalam rangka antisipasi karhutla di OKI, Rabu (9/6).

Ia meminta kepada semua pihak juga meningkatkan giat patrol bersama di lokasi yang rawan karhutla. Selain itu juga perlu dilakukan patroli dengan di titik-titik hotspot yang telah terdeteksi. "Mari kita laksanakan tugas ini dengan rasa tanggung jawab dan ikhlas demi kemanusiaan dalam mengantisipasi karhutla," katanya.

Selain itu, tidak lupa tetap patuhi prokes dalam pelaksanaan tugas serta selalu jaga kesehatan dan keselamatan dalam pelaksanaan tugas. "Dan hal yang penting yang harus kita lakukan yakni memberikan edukasi secara terus menerus kepada masyarakat dan pihak perusahaan dalam mencegah dan menanggulangi karhutla," jelas dia.

Sementara itu, Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru menjelaskan perlu
adanya perhatian serius dari struktur pemerintah di daerah. "Saya mengimbau kepada seluruh struktur pemerintahan daerah sampai tingkat desa dan RT serius terhadap pencegahan kebakaran lahan. Masyarakat diingatkan jangan menyalakan api. Bila harus menyalakan api dalam kegiatan mereka harus diawasi," ujar Herman Deru. (OL-15)

BERITA TERKAIT