09 June 2021, 14:39 WIB

Pemprov Sumsel Percepat dan Gencarkan Vaksinasi Guru


Dwi Apriani | Nusantara

VAKSINASI Covid-19 di Sumatra Selatan masih terus berlangsung. Saat ini, Pemerintah Provinsi Sumsel tengah menggencarkan vaksinasi Covid-19 untuk guru. Sebab direncanakan bulan depan belajar tatap muka akan digelar di wilayah tersebut.

''Vaksinasi untuk guru harus terus digencarkan, targetnya bulan ini harus selesai untuk vaksinasi dosis pertamanya,'' kata Kasi Surveilans dan Imunisasi Dinas Kesehatan Provinsi Sumsel Yusri, Rabu (9/6).

Ia mengatakan, untuk guru ini targetnya di Sumsel sebanyak 144.807, dan sudah divaksinasi sebanyak 80.887 atau 55,86%. ''Untuk guru ini yang divaksin mulai dari guru Paud atau TK, SD, SMP hingga SMA. Untuk universitas beberapa juga sudah divaksin seperti Unsri dan lain-lain,'' katanya.

Baca Juga: 107 Siswa SDN 17 Kebayoran Lama Selatan Ikuti Uji Coba PTM

Menurut Yusri, untuk capaian vaksinasi tertinggi di Sumsel khusus guru yaitu di Muara Enim yang sudah 100%. Lalu di Lubuklinggau sudah diatas 77%, OKU Timur di atas 72%, Palembang di atas 71%, Lahat di atas 66%, Mura diatas 65% dan sisanya masih di bawah 65%. 

''Kita sudah menghimbau ke Dinkes Kabupaten/Kota untuk segera memvaksin guru. Selain itu Kabupaten/Kota juga harus aktif,'' katanya.

Sementara itu untuk realisasi vaksin tenaga kesehatan dari target 49.000 yang divaksin sudah 45.902 atau 93,66%. Lalu pelayanan publik dari target 439.000 baru sebanyak 271.000 yang divaksin atau 61,68%. Kemudian untuk lansia dari target 720.000 yang divaksin baru 66.767 atau 9,27%.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sumsel Lesty Nurainy menambahkan agar kadinkes kabupaten/kota pandai mengatur alokasi vaksin untuk faskes. ''Tujuannya agar target-target sasaran tercapai tepat waktu, dan tanpa melanggar aturan yang ditetapkan pusat. Untuk guru ini ditargetkan bulan ini sudah divaksinasi,'' katanya.

Lesty berpesan meskipun sudah divaksin tetap terapkan protokol kesehatan seperti memakai masker, menjaga jarak dan mencuci tangan dengan sabun. ''Prokes paling utama dan harus terus dijaga,'' pungkasnya. (DW/OL-10)

BERITA TERKAIT