03 June 2021, 16:41 WIB

Petani Di Cianjur Keluhkan Rendahnya Harga Gabah


Benny Bastiandy | Nusantara

HARGA jual gabah di tingkat petani di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, masih cukup rendah. Saat ini harganya masih di kisaran Rp340 ribu per kuintal atau Rp3.400 per kilogram.

Para petani pun mengeluh dengan kondisi tersebut. Sebab, pendapatan yang diperoleh nyaris tak sebanding dengan biaya produksi.

"Sekarang harganya Rp340 ribu per kuintal. Sebelumnya mah masih Rp400 ribu per kuintal," kata Dedi Mulyadi, petani di Desa Janbudipa Kecamatan Warungkondang, Kamis (3/6).

Selain itui, petani juga dipusingkan dengan mahalnya harga pupuk di pasaran. Dengan kondisi saat ini, maka biaya produksi menanam padi sangat mahal.

"Nah itu (pupuk) juga yang jadi kebingungan petani. Sebelumnya harga pupuk itu Rp95 ribu per karung (50 kilogram). Sekarang naik jadi Rp200 ribu per karung," ungkap Dedi.

Ia mengaku yang lebih pusing lagi pupuk yang digunakan petani merupakan nonsubsidi. Sebab, untuk mendapatkan pupuk subsidi harus menggunakan Kartu Tani.

"Kalau didaftarkan mah sudah (peserta Kartu Tani). Tapi kan kartunya juga belum ada," jelasnya.

Dedi dengan tegas menyatakan berat dengan kondisi sekarang. Bagaimana tidak, karena di saat harga gabah turun, harga pupuk naik.

"Yang tanam kemarin saya hanya pakai pupuk urea saja. Pupuk jenis lainnya gak pakai karena gak kebeli," pungkasnya.

Di sisi lain, Kepala Bulog Subdivre Cianjur, Yandra Darajat, mengaku Bulog membuka pintu lebar-lebar bagi para petani yang ingin menjual hasil panen gabah maupun beras. Artinya tidak ada batasan berapapun kuantitas yang akan dijual ke Bulog selama memenuhi standard yang ditetapkan.

"Berapapun hasil panen gabah atau beras, kami siap menyerapnya. Tapi tentu harus sesuai standard kualitas berdasarkan Permendag Nomor 4/2020," terang Yandra. (BB)
 

BERITA TERKAIT