23 May 2021, 16:29 WIB

Kasus Covid-19 Di Cimahi Tunjukan Tren Meningkat


Depi Gunawan | Nusantara

HASIL rapid antigen massal yang digelar Pemerintah Kota Cimahi, Jawa Barat, Minggu (23/5) menunjukkan 21 orang positif Covid-19. Diantara yang dinyatakan positif, sebagian adalah mereka yang melakukan perjalanan mudik lebaran lalu.   

"Kita melaksanakan rapid test antigen secara gratis yang dibagi dalam dua sesi. Sesi pertama antara jam 8-10 WIB diikuti 200 orang dan hasilnya 9 orang positif," kata Kepala Dinas Kesehatan Kota Cimahi Pratiwi.

Kesembilan orang yang positif tersebut semuanya berasal dari Cimahi yang tersebar di sejumlah kelurahan. Dari hasil penelusuran, mereka merupakan pelaku perjalanan atau pemudik lokal saat lebaran beberapa waktu lalu.

"Saat kumpul bersama keluarga, ada anggota orang yang positif Covid-19. Walaupun ada larangan tapi ada yang memaksa mudik bertemu sanak saudara, kebetulan dari 9 orang ini ada yang keluarganya positif," bebernya.

Mereka semuanya langsung diwajibkan menjalani isolasi mandiri karena termasuk kategori Orang Tanpa Gejala (OTG). "Semua yang positif statusnya OTG, jadi cukup isolasi mandiri. Ada satu keluarga terdiri ayah, ibu, sama anaknya yang positif. Mereka terpapar dari saudaranya yang positif saat kumpul lebaran," jelasnya.

Dari total 400 sampel warga yang mengikuti rapid antigen, ditemukan 21 orang yang terpapar Covid-19 yang didominasi kluster keluarga, bahkan ada yang terpapar hingga 3-4 orang dari satu keluarga. Penambahan kasus ini dikhawatirkan bisa memicu kenaikan status Kota Cimahi menjadi zona merah.

"Memang ada yang terpapar setelah melakukan perjalanan mudik dari luar kota, tapi ada pula warga luar seperti Bogor dan Cianjur yang kerja dan tinggal di Cimahi. Kita sudah khawatir terjadi lonjakan kasus usai lebaran, ternyata memang terbukti," ucap Plt Wali Kota Cimahi, Ngatiyana.

Ia meminta kepada warga yang sempat melakukan perjalanan mudik pada musim lebaran agar segera melakukan rapid test antigen supaya diketahui
kondisinya. "Untuk warga pernah mudik tapi belum dites, sebaiknya periksakan segera. Ini juga kita lakukan supaya tidak ada lonjakan kasus, termasuk menutup fasilitas umum yang bisa menimbulkan kerumunan," tuturnya. (OL-15)

BERITA TERKAIT