18 May 2021, 10:36 WIB

Pemkab Garut Siaga 1 Penanganan Covid-19


Adi Kristiadi | Nusantara

PEMERINTAH Kabupaten Garut, menetapkan siaga satu untuk mengantisipasi lonjakan kasus Covid-19 setelah Idul Fitri 1442 Hijriah. Layanan kesehatan di seluruh Puskesmas disiagakan.

Bupati Garut, Rudy Gunawan mengatakan, pihaknya menetapkan siaga 1 terutama bagi layanan puskesmas di masing-masing wilayah untuk mengantisipasi lonjakan kasus Covid-19 setelah Idul Fitri 1442 Hijriah. Untuk itu, para kepala Puskesmas diminta agar kembali menghidupkan Satgas di seluruh lingkungan kerjanya.

"Semua layanan Puskesmas di Kabupaten Garut darurat atau siaga 1. Mereka diharapkan proaktif melihat angka kematian secara nasional akibat korono masih tinggi yakni 2,76 persen. Di Kabupaten Garut tercatat 386 kematian akibat korona atau 4,2 persen dan angka tersebut tertinggi di Indonesia," kata Bupati Rudi, Selasa (18/5/2021).

Menurut Bupati Rudy, penetapan siaga 1 covid ini agar seluruh petugas tidak terlambat melakukan penanganan bagi pasien terkonfirmasi positif. Semua pihak  harus bersama-sama berjuang menekan angka kematian dan penanganan Covid-19.

"Kami meminta supaya pasien terkonfirmasi positif Covid-19 itu jangan sampai ada kondisi tubuhnya melemah dan sulit untuk diobatinya. Karena jika terlambat diberikan pengobatan bisa mengakibatkan kematian. Langkah ini harus dihentikan dan berikhtiar agar angka kematian bisa turun dan tidak terus mengalami peningkatan," harapnya.

Menurutnya, satuan tugas penanganan Covid-19 harus terus melakukan pengawasan agar penyebaran virus korona bisa ditekan supaya masyarakat lebih disiplin melaksanakan prokes. Seperti memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, jauhi kerumunan dan membatasi mobilitas.

Data hari ini, Selasa (18/5) tercatat penyebaran korona di Kabupaten Garut untuk suspek mencapai 8.873 orang, 114 orang isolasi mandiri, 33 pasien masih dirawat, 8.678 orang sembuh dan 48 orang meninggal dunia. (OL-13)

Baca Juga: Positif Covid-19 Kalteng Tembus 21 Ribu Orang

 

BERITA TERKAIT