17 May 2021, 18:18 WIB

Sembilan Pos Didirikan Polres Pariaman Untuk Tutup Tempat Wisata


Yose Hendra |

Sebanyak sembilan pos penyekatan untuk menutup akses ke tempat wisata didirikan Polres Pariaman. Hal tersebut dilakukan usai Pemerintah Kota Pariaman memutuskan untuk menutup seluruh objek wisatanya hingga Senin (17/5).

Kapolres Pariaman AKBP Deni Rendra Laksmana, menjelaskan, sembilan pos tersebut terdiri dari 8 pos bersifat stasioner atau diam di tempat, dan satu pos secara mobile atau bergerak.

"Pos mobile ini nanti akan menghalau atau mengusir pengunjung yang lolos masuk dari penyekatan atau yang masuk melewati jalan tikus," ujarnya.

Baca juga: Puluhan Warga Perumahan di Kota Malang Terpapar Covid-19

Dikatakan, delapan pos penyekatan tersebut di antaranya Pos Satu Simpang Muaro, Pos Dua Stasiun, Pos Tiga Simpang Tugu Asean, Pos Empat Simpang Rumah Bupati, Pos Lima Simpang TPI.

Kemudian Pos Enam Simpang Muaro Sunur, Pos Tujuh Simpang Penangkaran Penyu, Pos Delapan Simpang Talao Green. Sedangkan untuk Pos yang bersifat mobile berada di Pantai Gandoriah.

Setiap pos ini akan dijaga personel gabungan dari Polres, TNI, Pol PP, polisi pariwisata, Dishub, BPBD, dan petugas Pariwisata Kota Pariaman.

"Hal ini kita lakukan agar Pariaman tidak berubah menjadi zona oranye atau merah, mengingat daerah tetangga saat ini sudah berada di zona
merah penyerabaran covid-19," terang Deni.

"Kami akan terus melakukan evaluasi apakah nanti penyekatan ini akan terhenti di hari Senin, ataukah akan kita perpanjang. Semua itu
tergantung dari tingkat disiplin dan kepatuhan masyarakat sendiri," tandasnya. (H-3)

BERITA TERKAIT