17 May 2021, 08:10 WIB

Muncul Klaster Desa, Pemkab Banyumas terapkan Penguncian Mikro


Lilik Darmawan | Nusantara

PEMERINTAH Kabupaten (Pemkab) Banyumas, Jawa Tengah memutuskan untuk melakukan penguncian (lockdown) mikro di salah satu RT di Desa Karangtalun Kidul, Kecamatan Purwojati.

Kebijakan itu dikeluarkan setelah diketahui ada 29 yang positif covid-19. Pemkab memberikan bantuan logistik untuk warga setempat.

Bupati Banyumas Achmad Husein mengatakan pihaknya sebetulnya akan membawa warga yang positif covid-19 ke rumah karantina di Baturraden. Tetapi mengingat ada lansia dan anak balita, mereka tidak mau.

"Karena itulah, kebijakan yang ditempuh adalah dengan mengeluarkan kebijakan micro lockdown. Yang di-lockdown adalah warga di RT 01/RW 07 Desa Karangtalun, Kecamatan Purwojati," jelas Bupati pada Minggu (16/5) malam.

Pihaknya, jelas Bupati Husein, akan memberikan bantuan logistik kepada warga yang positif. Selain itu, Satgas Covid-19 di desa dan kecamatan melakukan penjagaan dan pengawasan supaya isolasi mandiri yang  dilaksanakan warga berjalan dengan baik.

"Yang penting adalah bagaimana proses karantina berjalan dengan baik. Saya mengimbau warga untuk tertib, tidak ke mana-mana," tegasnya.

Warga, katanya, juga telah menandatangani kesanggupan untuk melaksanakan micro lockdown serta isolasi mandiri. Dengan kebijakan micro lockdwon tersebut, maka masyarakat luar juga tidak boleh masuk ke RT setempat.

Menurut Bupati, kasus Covid-19 di desa setempat diketahui awalnya pada 7 Mei. Dengan tes swab, diketahui ada 8 warga yang positif, kemudian pada 8 Mei bertambah 2 orang. Kemudian pada 11 Mei dilaksanakan lagi tes swab dan ada 19 orang yang positif. (OL-13)

Baca Juga: Pasien Covid-19 yang Sembuh di Riau Bertambah 565 Orang

BERITA TERKAIT