13 May 2021, 00:06 WIB

Takbir Keliling Terjadi di Kawasan Dalam Benteng Keraton Surakarta


Widjajadi | Nusantara

KUATNYA akar kearifan lokal sejumlah masjid di lingkungan dalam tembok Keraton Kasunanan Surakarta dalam tradisi takbiran menjelang Idul Fitri mengalahkan seruan Wali Kota Gibran Rakabuming agar tidak ada takbiran keliling di masa pandemi Covid-19. Usai salat tarawih, Rabu (12/5), jemaah masjid di kawasan permukiman Baluwarti yang berada di dalam benteng Keraton Surakarta melakukan takbir keliling.

"Kegiatan takbiran keliling pada hari terakhir Ramadan, usai sholat tarawih ini sudah menjadi budaya tradisi dan bentuk kearifan lokal. Sulit meniadakan. Kami mengetahui larangan Pemkot tapi tetap sulit menggelar takbir di dalam masjid," kata Wawan, salah satu pengurus masjid Masjid Al Waroah di Kampung Wirengan.

Takbiran keliling yang biasanya dilakukan secara bersama oleh masjid masjid yang ada di lingkungan dalam tembok kraton, kali ini dilaksanakan sendiri-sendiri oleh masing-masing masjid. "Jadi tidak ada kerumunan yang besar jumlahnya. Hanya kecil-kecil," imbuh dia.

Oleh aparat kepolisian yang bertugas, para peserta takbir keliling yang berjalan mengitari jalan dalam kompleks keraton diminta segera mengakhiri dan masuk kembali ke masjid. Tidak ada insiden dalam takbir keliling ini. (OL-15)

BERITA TERKAIT