12 May 2021, 10:43 WIB

Bawaslu Kalsel Tindaklanjuti Kasus Survei SMRC


Denny Susanto | Nusantara

BAWASLU Provinsi Kalimantan Selatan menindaklanjuti laporan kasus dugaan pelanggaran pemilu yang dilakukan Calon Gubernur Denny Indrayana terkait pernyataan hasil survei SMRC tentang 74% pemilih Banjarmasin memilih karena uang.

Bawaslu Kalsel melalui Muhammad Nur Rahman Yasin, Analis Hukum Bawaslu Kalsel melakukan klarifikasi terhadap laporan Bahruddin Din Jaya dan dua saksi yakni Rolly Irawan dan Basit, di Bawaslu Kalsel, Selasa (11/5).

"Kepada Bawaslu saya menuntut agar Denny Indrayana jika terbukti mencatut survei SMRC supaya dihukum seberat-beratnya. Sebab pernyataan dia bahwa 74% masyarakat Banjarmasin memilih karena uang sangat menyakitkan bagi masyarakat Banjar," kata Din Jaya sebagai pelapor .

Menurut Din Jaya, setelah mengetahui pernyataan Direktur Eksekutif SMRC Sirjuddin Abbas yang membantah pernyataan Denny soal 74% pemilih Banjarmasin memilih karena disogok, dirinya berinisiatif melaporkan kasus tersebut.

"Saya menilai pernyataan Denny nadanya memfitnah dan merendahkan masyarakat Banjar. Oleh sebab itu saya melaporkan Denny kepada pihak berwajib dan berwenang," katanya.

baca juga: Pemungutan Suara Ulang

Sedianya Din Jaya, melaporkan kasus ini ke Polda Kalsel, namun karena terkait Pilkada, disarankan melapor ke Bawaslu Kalsel. Di Bawaslu Din Jaya diminta melengkapi berbagai dokumen seperti video pernyataan Denny saat menyatakan 74% pemilih Banjarmasin memilih karena uang yang dilontarkan saat menjadi pembicara diskusi publik daring bertema Demokrasi dalam cengkeraman Oligarki, Minggu (2/5).

Termasuk klarifikasi Denny di medsos terkait tudingannya saat diskusi tersebut. "Semua video dan berkas kami penuhi. Saya meminta Bawaslu segera panggil Denny untuk diklarifikasi. Jika perlu Bawaslu Kalsel mengklarifikasi pihak SMRC agar semuanya menjadi terang-benderang," pungkasnya. (OL-3)

 

BERITA TERKAIT