08 May 2021, 14:35 WIB

Banyak Pengendara tidak Terima dan Bohong saat Diminta Putar Balik


Ardi Teristi | Nusantara

SALAH seorang petugas di Pos Penyekatan Pemudik Prambanan mengungkapkan banyak pengendara yang diminta putar balik. Mereka tidak membawa dokumen yang dibutuhkan untuk perjalanan lintas provinsi pada masa larangan mudik.

"Yang tidak terima dan mencoba membohongi banyak," terang salah seorang petugas ketika ditemui di lokasi penyekatan, Sabtu (8/5). Ia mencontohkan, ada lima orang menggunakan mobil pikap dari Jakarta mengaku bekerja untuk pemasangan alat telekomunikasi. Setelah diperiksa, mobil tersebut ternyata juga membawa barang-barang untuk mudik. Alhasil, kendaraan tersebut diminta putar balik.

Selain itu, ada pula mobil yang diminta putar balik karena tidak bisa menunjukkan surat tugas. Ia dari Klaten hendak ke Semarang. Mobil tersebut kemudian diminta putar balik dan diminta ke Semarang lewat Boyolali.

 

Di tempat yang sama, Kepala Satpol PP DIY, Noviar Rahmad menyampaikan, pihaknya telah mengunjungi tiga pos penyekatan di DIY, Sabtu (8/5), yaitu Temon, Tempel, dan Prambanan. "Dari tiga pos, sampai 7 Mei kemarin, ada 751 kendaraan yang diminta putar balik," kata dia.

 

Noviar menyebut, kendaraan-kendaraan tersebut diminta putar balik karena tidak membawa kelengkapan dokumen. Ia pun menyebut, belum menemukan modus-modus khusus yang dilakukan masyarakat untuk mudik, termasuk penggunaan travel gelap untuk mudik.

Ia berharap masyarakat agar bisa menunda mobilitas keluar daerah. Jika terpaksa melakukan perjalanan ke luar daerah, mereka diminta membawa dokumen-dokumen yang dibutuhkan.

Noviar menjelaskan, petugas Satpol PP DIY yang bertugas 92 orang per hari dan Dishub se-DIY 435 orang. Selain itu, petugas dari kepolisian dan TNI juga disiagakan. (OL-14)

BERITA TERKAIT