08 May 2021, 14:06 WIB

Truk Ekspedisi Terjungkal, Sopir Tewas di Tempat


John Lewar | Nusantara

TRUK ekspedisi lintas dari Pulau Flores hingga Bali-Jawa terjungkal di jembatan Wae Macing, Desa Golo Leleng, Kecamatan Sano Nggoang, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, Jumat (7/5) dini hari. Akibatnya, sopir meninggal dunia dan kondekturnya mengalami luka-luka parah.

Kecelakaan tunggal truk ekspedisi itu diduga akibat pengemudi kelelahan dan mengantuk. Peristiwa itu menjadi perhatian warga sekitar hingga pengendara kendaraan lalu lintas jalan Trans Flores sejak pagi hingga malam. Pantauan Media Indonesia, Sabtu (8/5), truk yang penuh muatan berbagai jenis barang kebutuhan di jalan negara dengan kondisi enam ban menghadap langit dan barang-barang berserakan.

Bagian depan truk ringsek dan bahkan bodi depan kempes akibat kerasnya tabrakan pembatas jembatan. Ada beberapa lilin ditaruh pada jembatan sebagai tanda bahwa ada yang meninggal dalam kecelakaan tunggal itu.

Seorang warga Herman Desi mengatakan, kecelakaan terjadi pada dini hari. Kendaraan meluncur dari arah Labuan Bajo menuju Ruteng keluar jalur pas tiba di jembatan Wae Macing sehingga menabrak pembatas jembatan dan kendaraan terbalik di pinggir kali itu. Warga sekitar yang mendengar bunyi keras langsung datang ke tempat kejadian walaupun jauh dan masih malam.

 

"Sejak malam orang ke tempat ini. Dari informasi warga yang datang, sopirnya bernama MYD, 43, meninggal dunia langsung di tempat kejadian dan kondekturnya mengalami luka-luka serius," katanya. Sopir asal Kecamatan Langke Rembong, Manggarai, itu diduga tergencet bagian depan truk hingga meninggal dunia. Kondekturnya bernama WE, 19, juga mengalami luka serius walaupun dalam keadaan hidup. Tadi malam keduanya langsung dilarikan ke Puskesmas Wae Nakeng, Kecamatan Lembor.

Menurutnya, barang-barang yang merupakan pesanan dari pelbagai daerah di Flores sejak malam dijaga dan diamankan. Dan, sejak pagi, semua barang diambil dan diangkut menggunakan kendaraan lain. Pengangkutan barang dari tempat kejadian membutuhkan waktu karena truk itu penuh dengan muatan.

Warga lain, Thamrin, mengatakan, jalan yang ada mulus dan lumayan lebar, tetapi sedikit menikung pas memasuki jembatan. Kalau tidak hati-hati memang kendaraan bisa terus melaju ke arah kanan yang berarti keluar jalur. Truk yang terbalik ini keluar jalur pas hendak berbelok masuk jembatan Wae Macing. Kendaraan terbalik di bagian kanan jalan.

"Memang kecelakaan di tempat ini bukan yang pertama. Sudah sering kecelakaan terjadi pada tikungan halus di jembatan Wae Macing ini. Kali ini kecelakaan membawa maut. Sopirnya meninggal dunia langsung di tempat kejadiaan," katanya.

Seringnya kejadian di jembatan Wae Macing, lanjut Thamrin, perlu diteliti lebih jauh seperti tikungan itu berbahaya atau tidak bagi pengendara sehingga perlu jalan dilebarkan atau jalannya harus dibuat lurus masuk jembatan. Mungkin dalam jangka pendek perlu dipasang rambu rawan kecelakaan atau rambu adanya tikungan halus agar pengendara hati-hati pas memasuki jembatan Wae Macing. (OL-14)

BERITA TERKAIT