07 May 2021, 14:05 WIB

Waspada Potensi Gelombang Tinggi 4 Meter di Beberapa Wilayah


Atalya Puspa | Nusantara

BADAN Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika ( BMKG) merilis peringatan dini potensi gelombang tinggi pada 7 - 9 Mei 2021 yang akan terjadi di sejumlah wilayah perairan Indonesia.

Pola angin di wilayah Indonesia bagian utara umumnya bergerak dari Timur Laut - Timur dengan kecepatan angin berkisar 5 - 20 knot, sedangkan di wilayah Indonesia bagian selatan umumnya bergerak dari Timur - Tenggara dengan kecepatan angin berkisar 5 - 20 knot.

"Kecepatan angin tertinggi terpantau di perairan selatan Jawa, Samudra Hindia selatan Jawa dan Laut Arafuru," kata BMKG dalam keterangannya, Jumat (7/5).

Kondisi tersebut mengakibatkan peningkatan gelombang setinggi 1,25-2,5 meter (sedang) yang berpeluang terjadi di beberapa perairan seperti perairan utara Sabang, perairan barat Aceh, perairan barat P. Simeulue - Kep. Nias, perairan pesisir Bengkulu, Samudra Hindia barat Aceh - Kep. Nias, perairan selatan Sumba - P. Sawu, perairan selatan Kupang - P. Rote, Laut Sawu, Selat Sumba bagian barat, Samudra Hindia selatan NTT, perairan Kep. Sermata - Kep. Tanimbar, Laut Arafuru, Laut Flores bagian timur.

Lalu juga di Laut Sulawesi, perairan Kep. Sangihe - Kep. Talaud, perairan timur Kep. Sitaro, Laut Maluku bagian utara, perairan utara dan timur Kep. Halmahera, perairan utara Papua barat - Papua, Samudra Pasifik utara Halmahera - Papua, Laut Banda, perairan selatan Kep. Kei - Kep. Aru.

Beberapa wilayah perairan lainnya juga berpotensi mengalami gelombang lebih tinggi dengan kisaran 2,5 - 4 meter (tinggi). Wilayah perairan tersebut di antaranya adalah perairan barat Kep. Mentawai, perairan barat P. Enggano - Lampung, Selat Sunda bagian selatan dan barat, Samudra Hindia barat Kep. Mentawai - Lampung, perairan selatan Jawa - Sumbawa, Selat Bali - Lombok - Alas bagian selatan, Samudra Hindia selatan Jawa - Sumbawa.

BMKG selalu mengimbau masyarakat untuk selalu waspada, terutama bagi nelayan yang beraktivitas dengan moda transportasi seperti perahu nelayan (kecepatan angin lebih dari 15 knot dan tinggi gelombang di atas 1.25 m), kapal tongkang (kecepatan angin lebih dari 16 knot dan tinggi gelombang di atas 1.5 m), kapal ferry (kecepatan angin lebih dari 21 knot dan tinggi gelombang di atas 2.5 m), dan kapal ukuran besar seperti kapal kargo/kapal pesiar (kecepatan angin lebih dari 27 knot dan tinggi gelombang di atas 4.0 m). (OL-4)

BERITA TERKAIT