06 May 2021, 22:40 WIB

Pemudik yang Positif Harus Tanggung Biaya Pengobatan Sendiri


Ardi Teristi Hardi | Nusantara

GUBERNUR Daerah Istimewa Yogyakarta Sri Sultan HB X mengimbau warga Jogja dapat memberi pengertian dan edukasi kepada keluarganya yang berada di luar kota untuk mengurungkan niat mudik ke Jogja tahun ini.

"Apabila keluarga yang datang ke Jogja/pemudik tersebut positif sesampainya di Jogja setelah melakukan perjalanan mudik, maka segala biaya pengobatan dan karantina akan ditanggung oleh mereka secara pribadi," kata Sri Sultan dalam Rapat Koordinasi bersama Forkopimda DIY untuk melakukan koordinasi terkait kesiapan jelang Idul Fitri 1442H, Kamis (6/5).

Selain itu, pemerintah daerah telah melakukan komunikasi dan kesepakatan dengan beberapa mitra seperti dengan Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata Indonesia (ASITA), Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI), Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI), dan Lurah Pasar. Mereka harus menerapkan Standard Operating Procedure (SOP) untuk mengantisipasi jika sewaktu - waktu terjadi peningkatan jumlah pengunjung.

Baca juga: Larangan Mudik, Hotel di Yogyakarta Tetap Optimistis

Langkah tersebut dilakukan untuk mendukung upaya pemerintah mencegah penularan covid-19. Upaya pencegahan terjadinya kerumunan harus dilakukan karena dapat meningkatkan penularan covid-19 di saat Lebaran.

Jaga Warga menjadi upaya ketiga yang dilakukan oleh Pemerintah dalam rangka pencegahan penyebaran covid-19 selama Lebaran dan PPKM Mikro. Bantuan jaga warga diharapkan dapat mengantisipasi dan meminimalisir terjadinya penularan covid-19 di masyarakat pedukuhan, RT, dan RW.(OL-5)

BERITA TERKAIT