06 May 2021, 10:30 WIB

Polda DIY Waspadai Penyalahgunaan Mobil Ambulans Untuk Mudik


Agus Utantoro | Nusantara

PARA petugas yang berada di pos penyekatan baik yang ada di jalur-jalur  utama masuk DIY maupun jalur alternatif, diminta mewaspadai kemungkinan penyalahgunaan mobil ambulans untuk mudik. Direktur Lalu Lintas Polda DIY Kombes Pol Iwan Saktiadi, Kamis (6/5) menjelaskan, petugas yang ada di pos penyekatan akan menjalankan tugasnya menutup seluruh jalur masuk wilayah DIY mulai hari ini Kamis (7/5) hingga Senin (17/5).

"Polda DIY sendiri mendirikan 10 pos penyekatan," kata Iwan Saktiadi.

Ia kemudian menjelaskan pos-pos tersebut antara lain Kananewon Tempel (Sleman) yang berbatasan dengan Kabupaten Magelang (Jawa Tengah), Pos Prambanan di Kapanewon Prambanan yang berbatasan dengan Kabupaten Klaten (Jawa Tengah), Pos Temon di Kapanewon Temon yang merupakan perbatasan Kabupaten Kulonprogo denga Kabupaten Purworejo (Jawa Tengah). Selain itu
masih ada pos-pos lain di jalur alternatif.

Iwan menegaskan, petugas akan berusaha keras mempersempit ruang gerak pemudik yang akan masuk ke wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta. Untuk penjagaan, jelasnya, tidak hanya pos yang menetap, tapi Polda DIY juga mendapat dukungan petugas patroli yang akan menyambangi titik-titik yang mungkin menjadi lintasan pemudik yang tidak melewati jalur utama.

baca juga: Larangan mudik

Dikatakan, untuk penyekatan ini Polda DIY menerjunkan 1.395 personel. Secara terpisah Kapolres Gunungkidul AKBP Agus Setiawan mendukung penyekatan Polres Gunungkidul mendirikan pos penyekatan di Hargodumilah dan Bedoyo.

Kapolres Bantul AKBP Wachyu Tri Budi Sulistiyono mengatakan, Polres Bantul mendirikan tiga pos pengamanan dan satu pos pemantauan. Dikatakan pos pengamanan itu didirikan di Sedayu, Srandakan dan Piyungan, sedangkan pos pemantauan ada di kawasan wisata Parangtritis. (OL-3)

 

BERITA TERKAIT