05 May 2021, 12:48 WIB

Kapal Antarpulau di Sikka Boleh Angkut Penumpang Dengan Prokes


Gabriel Langga | Nusantara

PEMERINTAH resmi melarang mudik Lebaran mulai 6-17 Mei 2021 untuk menekan angka penyebaran corona COVID-19, yang tertuang dalam Surat Edaran (SE) Nomor 13 Tahun 2021 tentang Peniadaan Mudik Hari Raya Idul Fitri 1442 H telah dikeluarkan pada 7 April 2021 lalu. Meski demikian, pelayaran yang melayani antarpulau di Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur diizinkan beroperasi untuk memuat penumpang.

Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) kelas IV Laurentius Say Maumere, John Ola menuturkan kapal yang melayani penumpang antarpulau seperti Pulau Pemana, Palue, Pulau Sukun dan beberapa pulau lainnya di Kabupaten Sikka diizinkan beroperasi. Namun bagi pemilik kapal dan penumpang yang ingin berlayar wajib mematuhi protokol kesehatan seperti pakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak selama pelayaran.

"Kapal-kapal penumpang lokal kita yang layani penumpang antar pulau di wilayah Kabupaten Sikka dibolehkan beroperasi seperti biasa. Untuk penumpang tidak menunjukkan surat antigen. Hanya harus mematuhi prokes," kata John Ola kepada mediaindonesia.com, Rabu (5/5).

John yang baru bertugas selama tiga minggu menjelaskan armada kapal laut di Pelabuhan Lorens Say tetap beroperasi. Dalam waktu dekat beberapa kapal Pelni akan masuk di Maumere. Bagi penumpang dari kalangan ASN, TNI, Polri, tenaga medis yang sedang melaksanakan tugas dengan dibuktikan surat tugas dari atasannya diperbolehkan untuk berlayar menggunakan jasa kapal Pelni.

Hal ini juga berlaku bagi kepentingan calon penumpang untuk mengunjungi keluarga yang sakit, bersalin, atau meninggal dunia, maka harus menyerahkan surat keterangan dari kelurahan dan surat rapid test antigen yang inginmenggunakan jasa kapal penumpang Pelni. Sementara di luar itu warga tidak izinkan untuk mudik menggunakan jasa kapal.

"Kan kita akan melakukan pemeriksaan ketat di Pelabuhan Lorens Say untuk antisipasi penumpang gelap," tandas dia.

baca juga: Pelayaran rakyat

Ditambahkan John, aktivitas penumpang di pelabuhan Lorens Say sampai sangat terlihat sepi karena sudah ada larangan mudik ke luar daerah. Aktivitas kapal-kapal logistik dan kapal penumpang yang mengangkut barang logistik seperti barang pokok dan peralatan medis, obat-obatan, dan barang esensial beroperasi seperti biasa.

"Kapal beroperasi seperti biasa baik kapal penumpang dan kapal logistik di Pelabuhan Lorens Say ini. Dan juga kapal pelayaran lokal yang layani penumpang antar pulau beroperasi seperti biasa," pungkasmya. (OL-3)

 

BERITA TERKAIT