05 May 2021, 11:18 WIB

Polres Surakarta Gelar Pengetatan, Gibran Larang Jokowi Mudik


Widjajadi | Nusantara

POLRES Surakarta menggelar apel Operasi Ketupat Candi 2021, Rabu (5/5) di halaman Mako I Manahan, sebagai kesiapan menciptakan suasana kondusif, aman dan tertib pada Ramadhan hingga Idul Fitri 1442/Hijriah di masa pandemi Covid-19, yang akan dilaksanakan di jalan raya mulai 6-17 Mei.

Pada gelar Operasi Ketupat Candi 2021 ini, Polresta Surakarta mengerahkan 975 personil ditambah back up dari Brimob yang engerahkan 1 SSK dan personil TNI dari Kodim 0735/Surakarta sebanyak 1 SSK.

"Operasi Ketupat Candi ini akan kita optimalkan, karena pelaksanaanya agak berbeda dengan tahun lalu, seiring bersamaan perayaan hari keagamaan lain, yakni Kenaikan Isa Al Masih, pada hari pertama perayaan Idul Fitri 1442 H," kata Kapolres Surakarta, Kombes Pol Ade Syafri Simanjuntak, usai apel Operasi Ketupat Candi 2021 di halaman Mako I Manahan.

Dalam periodisasi Operasi Ketupat Candi 2021 untuk tujuan peniadaan mudik lebaran ini, Polresta Surakarta mendirikan 5 Pospam strategis di pintu perbatasan kota dengan daerah hinterland, dan satu Pos Pelayanan.

Dia tegaskan, Pospam berfungsi melakukan screening dan testing bagi mereka yang terjaring operasi. Ketika dilakukan tes swab antigen, mereka yang non reaktif dibawa ke rumah karantina Solo Techno Park dan juga hotel yang menjadi pilihan pemudik, dengan biaya mandiri selama 5 hari. Sedang yang dites swab antigen hasil reaktif, langsung dibawa ke Asrama Haji, yang menjadi pusat penanganan warga yang positif, selama pelarangan mudik lebaran tahun ini.


Wali Kota Surakarta Gibran Rakabuming Raka yang hadir dalam gelar apel Operasi Ketupat Candi terus menyerukan agar warga menahan diri untuk tidak mudik.

"Kecuali untuk dinas dan kepentingan darurat, seperti menengok keluarga sakit atau meninggal dan juga mengantar orang yang mau melahirkan. Harus dilengkapi SIKM (surat izin keluar masuk ). Tapi sekaligi saya inginkan kurangi mobilisasi pergerakan," tegas Gibran.

Bahkan untuk menekan penularan pada masa pandemi Covid 19 di Kota Solo yang sudah membaik, Gibran melarang ayahnya, Presiden Jokowi untuk tidak mudik ke Solo.

"Untuk kepentingan silaturahmi, akan dilakukan secara virtual melalui daring, sudah cukup," katanya.

Pemkot Surakarta bersamaan dengan pelarangan mudik lebaran juga telah memperpanjang PPKM ( pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat ) berbasis mikro, sejak Selasa,4 Mei- hingga 17 Mei.

" Hasilnya sudah bagus. Grafik sudah menurun. Jadi jangan yang sudah baik ini bertambah lagi, karena mudik. Jadi sekali lagi, tolong menahan diri (tidak mudik) sebentar saja," tegas dia sekali lagi.

baca juga: Larangan mudik

Usai apel, Polresta melaksanakan pemusanahan minuman keras hasil kegiatan kepolisian yang ditingkatkan. Sedikitnya ada 315 botol minuman alkohol berbagai merk dan 1315,8 liter miras jenis ciu.

Wali Kota Gibran bersama anggota Forkompimda,seperti Danrem 074/Wt, Komandan Kopassus Grup II, Dandim 0735/Surakarta, Kepala Pengadilan Negeri Surakarta dan unsur pimpinan lain ikut dalam pemusanahan. (OL-3)

 

BERITA TERKAIT