05 May 2021, 10:59 WIB

Jelang Pelarangan Mudik Titik Penyekatan di Jawa Tengah Ditambah


Akhmad Safuan | Nusantara

JELANG pelarangan mudik lebaran 6-17 Mei, titik penyekatan di Jawa Tengah ditambah dari sebelumnya 14 titik menjadi 71 titik. Selain itu 14 jalur tikus yang tersebar di 35 kabupaten/kota dilakukan pengontrolan secara ketat. Arus kendaraan d pantura Jawa Tengah masih landai.

Direktor Lalulintas Polda Jawa Tengah Kombes M Rudy Syafirudin mengatakan dalam rangka pelaksanaan larangan mudik lebaran untuk mengantisipasi adanya pemudik yang nekat, kepolisian bersama instansi terkait melakukan penambahan titik penyekatan di 35 kabupaten/kota di Jateng.

"Mereka yang nekat dan tidak memenuhi ketentuan akan diputar balik," kata Rudi, Rabu (5/5).

Direktorat Lalulintas Polda Jateng juga telah melayangkan surat protes ke kantor dinas di Jawa Timur, karena membiarkan bus lolos memasuki Jawa Tengah, sehingga cukup menyulitkan petugas yang ditempatkan di pos perbatasan antara dua provinsi.

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo secara terpisah mengatakan hari ini diperkirakan menjadi puncak arus mudik, karena besok Kamis (6/5) akan dimulai pelarangan mudik lebaran. Ia meminta seluruh instansi terkait dari provinsi hingga daerah untuk melakukan pengawasan dan pengetatan seluruh jalur yang ada.

"Lakukan pengetatan seluruh jalur yang dimungkinkan akan dilalui kendaraan pemudik, tidak hanya jalan utama terapi juga jalan tikus, jalan jangkrik atau ruas manapun," ujar Ganjar Pranowo.

baca juga: Larangan mudik

Ganjar menambahkan saat ini data masuk pemudik ke Jawa Tengah hingga Selasa sore mencapai 3.800 orang yang terpantau. Di hari yang sama jumlah kendaraan melintas di tol dari arah Jakarta mencapai 5.600 kendaraan dalam sehari.

Perintah pengetatan itu, lanjut Ganjar Pranowo, selain jalan nasional dan provinsi juga terhadap 14 titik jalan tikus dan 17 titik jalan kabupaten, karena pada ruas itu dimungkinkan kendaraan pemudik masuk dan melintas.

Sementara itu di Gerbang Tol Kalikangkung, Kota Semarang , petugas memutar balik sejumlah kendaraan roda empat dan bus.

"Ada beberapa kendaraan dan bus diminta putar balik karena saat pemeriksaan para penumpang tidak melengkapi surat, tidak bermasker dan suhu di atas 37 derajat," kata Kepala Pos Pam Kalikangkung Ajun Komisaris Wahono, Rabu (5/5). (OL-3)

 

 

BERITA TERKAIT