04 May 2021, 13:04 WIB

Simpati Ke keluarga Korban KRI Nanggala 402 Terus Mengalir


Faishol Taselan | Nusantara

DUKUNGAN untuk keluarga korban KRI Nahggala 402 masih terus mengalir. Kini Universitas Negeri Surabaya (Unesa) memberikan beasiswa penuh khusus untuk putra-putri prajurit yang gugur dalam peristiwa tenggelamnya kapal tersebut.

"Beasiswa ini adalah beasiswa khusus untuk putra-putri awak kapal selam yang hendak menempuh pendidian di Unesa. Gratis dari awal hingga selesai studi," kata Rektor Unesa ujar Prof. Dr. Nurhasan, di Surabaya, Selasa (4/5).

Dia juga mengungkapkan, seluruh putra-putri ABK KRI Nanggala-402 di Indonesia bisa menerima beasiswa khusus ini. Adapun jenjang pendidikan yang ditawarkan Unesa yaitu mulai dari pendidikan dasar TK, SD, SMP hingga SMA atau SMK di Labschool Unesa dan untuk seluruh program studi D4, S1, S2 hingga S3 di Unesa.

"Sudah sepatutnya Unesa memberikan tempat kepada putra-putri korban. Sebab para prajurit yang gugur dalam tugasnya menjaga kedaulatan NKRI adalah patriot bangsa. Oleh karena itu, Unesa memberikan penghormatan dan penghargaan penuh pada para prajurit sejati melalui beasiswa untuk putra-putrinya," ujarnya. .

Pihaknya juga turut menyampaikan rasa dukanya atas tenggelamnya KRI Nanggala-402 dan gugurnya para patriot bangsa.

"Semoga para prajurit mendapat tempat yang mulia di sisi Tuhan Yang Maha Kuasa dan para keluarga diberi ketabahan," harapnya.

baca juga: KRI Nanggala-402

Sebelumnya, Lembaga Aksi Cepat Tanggap (ACT) menyalurkan bantuan kehormatan kepada anak dan istri korban kapal selam tersebut. ACT memberikan bantuan kehormatan berupa santunan uang tunai Rp10 juta  serta bantuan Rp5 juta selama 12 bulan yang diberikan kepada istri prajurit KRI Nanggala 402. Ini juga termasuk memberikan beasiswa untuk anak mereka hingga perguruan tinggi, yang disaksikan Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa.

Presiden ACT, Ibnu Khajar menjelaskan, pihaknya berkomitmen kepada anak Prajurit KRI Nanggala 402 agar terus bersemangat meraih pendidikan dengan memberikan bantuan hingga sarjana.

"Karena kami ingin di antara anak-anak mereka juga kembali jadi prajurit sebagai pembela bangsa ini," kata Ibnu Hajar. (OL-3)

 

BERITA TERKAIT