04 May 2021, 10:24 WIB

Larangan Mudik, Hotel di Yogyakarta Tetap Optimistis


Ardi Teristi Hardi | Nusantara

BISNIS perhotelan menjadi salah satu yang terdampak pandemi Covid-19. Belum  juga bangkit, perhotelan kembali mendapat ujian dengan aturan peniadaan mudik dari 6-17 Mei 2021.

GM Royal Darmo Malioboro, Joko Paromo mengaku bisnis perhotelan di Yogyakarta mulai ada pergerakan, tetapi agak lambat. Ia pun menyebut okupansi hotel saat ini rata-rata mencapai 15 persen.

"Reservasi tamu belakangan kebanyakan one day before," kata dia, Senin (3/5) petang.

Pada Ramadan ini, pihak hotel sedikit tertolong dengan adanya kegiatan buka bersama. Selain itu, strategi menyediakan paket menu makan siang dan malam bagi tamu mampu memberi kontribusi untuk meningkatkan okupansi pada masa pandemi.

Dengan strategi ini, tamu hotel tidak perlu keluar hotel untuk mencari makan. Mereka pun bisa membatasi mobilitas dan mengurangi risiko tertular Covid-19.

"Makanan yang sering dipesan di sini adalah sup buntut dan barbeque," kata dia.

Joko menyatakan, pihaknya memahami kebijakan pemerintah yang peduli terhadap pandemi dengan peniadaan mudik. Oleh sebab itu, penerapan protokol kesehatan di hotel yang mengusung konsep colonial heritage ini sangat dijaga.

"Tamu yang datang wajib dicek suhunya dan dicek kesehatannya," kata dia.

baca juga: Liburan

Penyanitasi tangan pun disediakan di tempat-tempat yang banyak dilewati tamu. Menghadapi libur lebaran, Joko mengaku dirinya optimistis okupansi akan naik. Pasalnya, hotelnya berada di tempat strategis di Jalan Kemetiran Kidul, kawasan Malioboro.

"Target kami bisa mencapai 35 persen," kata dia. Peningkatan okupansi diperkirakan mulai H +1 lebaran. (OL-3)

 

BERITA TERKAIT