03 May 2021, 11:29 WIB

Pemudik Dini Masuk ke Jawa Tengah Terus Bertambah


Akhmad Safuan | Nusantara

PEMUDIK dini masuk ke Jawa Tengah semakin bertambah. Terutama para perantau terutama pekerja informal di beberapa daerah di luar Jateng, memilih mudik dini karena rata-rata sudah tidak ada pekerjaan lagi. Mereka juga menghindari larangan mudik lebaran yang akan diterapkan pada 6-17 Mei mendatang.

"Sekarang saja mengalami beberapa pemeriksaan karena ada penyekatan. Apalagi mudiknya nanti," ujar Suparno,51, pemudik dengan kendaraan roda dua ditemui di Pantura Batang, Minggu (2/5).

Ratusan pemudik lain dengan berbagai angkutan umum juga kembali terlihat memilih turun di jalan dibanding terminal.Hal ini untuk menghindari pemeriksaan dilakukan oleh petugas gabungan yang ditempatkan di terminal untuk deteksi dini mengantisipasi penyebaran covid-19.

Di Pantura sejak dini hari secara bergelombang pemudik dari arah barat (Jakarta) terlihat turun di Simpang Wiradesa dan Simpang Ponolawen (Pekalongan), simpang Weleri dan Cepiring (Kendal), Kaligawe dan Sukun (Kota Semarang), dan SPBU Tanggulangin (Kudus).

Selain itu juga terlihat pemudik mulai melintasi jalan alternatif (jalur tikus) yang tidak terjaga di ruas selatan Randublatung, Kabupaten Blora, pemudik dari arah Ngawi (Jawa Timur) secara bergelombang berdatangan menaiki angkutan pedesaan menuju arah Cepu dan Blora Kota.

Sementara itu berdasarkan data dari Pemerintah Kabupaten Pekalongan jumlah pemudik dini yang terdata mengalami penambahan cukup dratis dalam dua hari ini. Jika sebelumnya baru sekitar 2.000 orang pemudik sudah berada di kampung halaman, saat ini sudah lebih dari 4.000 pemudik.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pekalonganmengatakan jumlah pemudik dini yang sudah berada di rumahnya di Pekalongan saat ini mencapai 4.174 orang tersebar di 19 kecamatan yang ada, dengan jumlah terbesar di Kecamatan Paninggaran mencapai 552 pemuda.

"Untuk deteksi dini dan mengantisipasi terjadinya penyebaran covid-19 selain dilakukan pendataan mulai dari petugas di lingkungan masing-masing, juga puskesmas setempat untuk melakukan rapid tes. Jika ditemukan positif covid-19, mereka harus diisolasi selama 14 hari," kata Setyawan Dwiantoro.

baca juga: Larangan mudik

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo secara terpisah mengaku sudah mengetahuibertambahnya jumlah pemudik dini yang tiba di Jawa Tengah. Ia minta kepada daerah melakukan pengawasan dan pemeriksaan ketat sampai tingkat terkecil untuk mencegah penyebaran covid-19.

"Berkali-kali saya peringatkan, mbok ojo ngeyel mudik karena masih berbahaya, lihat saja di Pati gara-gara pemudik ada puluhan warga terkena covid-19," ujar Ganjar Pranowo.

Ganjar mengatakan larangan mudik akan diterapkan kepada siapapun termasuk santri, kecuali warga yang memenuhi persyaratan dan regulasi yang ada seperti kelengkapan surat dan telah menjalani pemeriksaan kesehatan serta ada kepentingan pekerjaan. (OL-3)

 

 

BERITA TERKAIT