03 May 2021, 11:23 WIB

Klaten Panen Raya Padi Varietas Rojolele Srinuk


Djoko Sardjono | Nusantara

VARIETAS baru padi Rojolele Srinuk dan Srinar kini dikembangluaskan petani di Klaten setelah lulus uji dalam sidang pelepasan tanaman pangan oleh Kementerian Pertanian.

Varietas baru padi Rojolele Srinuk dan Srinar merupakan hasil kerja sama riset antara Pemkab Klaten dan Badan Tenaga Nuklir Nasional (Batan).

Respon petani menanam padi unggul Srinuk dan Srinar patut diacungi jempol. Bahkan, petani di Desa Bowan, Delanggu, Jumat (30/4) lalu, telah menikmati hasil panen raya padi Srinuk.

Baca juga: Rachmat Gobel Sarankan Petani Masuk Koperasi Agar Sejahtera

Panen raya padi Srinuk di Bowan dilakukan Bupati Sri Mulyani dan dihadiri Wakapolres Kompol Adi Nugroho, Kepala Dinas Pertanian Widiyanti, dan Forkopimcam Delanggu.

Varietas Srinuk dan Srinar merupakan potensi unggulan di Klaten. Pengembangan varietas padi ini pun untuk memperkuat daerah itu sebagai lumbung beras Jawa Tengah dan bahkan nasional.

Di sela panen raya padi Srinuk, Sri Mulyani mengatakan padi unggul itu akan dikembangluaskan di Klaten. Pun sebagai upaya pemerintah daerah mengembalikan masa kejayaan padi Rojolele.

Secara keseluruhan, di Kecamatan Delanggu, luas panen padi unggul Rojolele Srinuk sekitar 20 hektare. Hasil panen petani mencapai tujuh ton gabah kering panen (GKP) per hektare.

"Hasil panen raya padi Srinuk di Desa Bowan cukup baik. Tentu, ini berkat kerja serius petani desa ini. Syukur hasil panen dapat ditingkatkan lagi di masa datang," kata Bupati Klaten.

Terkait kabar akan ada impor beras, Sri Mulyani minta petani tidak perlu khawatir. Klaten adalah lumbung beras Jawa Tengah dan nasional. Tahun lalu, Klaten surplus 141.000 ton.

"Ketersediaan beras aman di Klaten. Pun masih mampu memasok beras ke daerah lain. Sehingga, masyarakat tidak khawatir karena stok beras berlebih," pungkasnya. (OL-1)

BERITA TERKAIT