03 May 2021, 11:02 WIB

Wali Kota Makassar Perintahkan Mal Patuhi Prokes


Lina Herlina | Nusantara

WALI Kota Makassar Mohammad Ramdhan (Danny) Pomanto mendapat laporan jika sejumlah pusat perbelanjaan di Kota Makassar mulai membeludak dan akhirnya tidak mengindahkan protokol kesehatan. Dia pun melakukan inspeksi mendadak (sidak) di salah satu pusat perbelanjaan terbesar di Jalan Boulevard, Makassar, Minggu (2/5) malam, dan menggunakan pengeras suara meminta semua tenant yang ada di sana, bisa mematuhi protokol kesehatan.

"Saya sudah melayangkan surat untuk semua pengelola mal agar menerapkan protokol kesehatan. Jadi jangan cuma ukur suhu tubuh dan memakai masker dan mencuci tangan yang diterapkan, jaga jarak juga harus diterapkan juga," tegas Danny Pomanto.

"Saya tidak melarang aktivitas ekonomi dilkukan, tapi kita harus tetap waspada penularan virus korona atau covid-19 yang masih menghantui. Kita harus tetap waspada, jangan sampai kasus naik lagi," sambung Danny.

Dia pun menyebutkan, jika dalam mal yang disidakn itu ada 670 unit tenant, agar bisa mengatur, satu tenant maksimal lima orang. Atau jika pengunjung masuk sudah 3.350 orang, ditutup lagi.

"Nanti kalau ada yang keluar misalnya 10 orang, yang baru boleh masukkan lagi 10 lainnya. Jadi di dalam tudak padat, tetap bisa jaga jarak," lanjutnya.

Sebelum meninggalkan lokasi Danny mengingatkan agar pengelola mal bisa mematuhi protokol kesehatan.

"Jika itu diabaikan, maka penutupan mal akan dilakukan oleh Satgas Raika (Pengurai Keramaian) bekerja sama dengan TNI dan Polri, atau jalan terakhir izin mal dicabut," tegasnya.

Bahkan Danny berjanji akan melakukan sidak juga di pusat perbelanjaan lain, dan Senin (3/5) memanggil pengelola Mal Panakukang untuk diberi teguran dan arahan. Sementara itu, Pelaksana tugas (Plt) Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman mengaku khawatir dengan melihat padatnya pusat perbelanjaan dan bisa memunculkan klaster baru.

"Kita tidak boleh abai di tengah pandemi covid-19. Warga tidak seharusnya berdesak-desakan seperti itu, tanpa menjaga jarak, apalagi tidak memakai masker. Juga mengimbau masyarakat agar tidak berkerumun dengan memadati pusat perbelanjaan. Itu sangat mengkhawatirkan," tukas Sudirman.

baca juga: Makassar

Danny menambahkan, pemerintah sudah berupaya memutus angka penularan covid-19 dengan mengeluarkan aturan larangan mudik. Karena itu, harus didukung dengan upaya-upaya lain, khususnya mengatasi fenomena jelang Lebaran Idul Fitri ini.

"Masyarakat harus terus diberi pemahaman bahwa covid-19 itu masih ada. Mereka harus tetap mematuhi protokol kesehatan. Memakai masker, mencuci tangan, menjauhi kerumuman, hingga membatasi mobilitas," tutup Sudirman. (OL-3)

 

BERITA TERKAIT