22 April 2021, 12:04 WIB

Uskup Larantuka Minta Warga Adonara Kembali Bangkit


Gabriel Langga | Nusantara

BADAI Siklon Seroja telah  meluluhlantakkan wilayah Provinsi Nusa Tenggara Timur Minggu (4/4) selain meninggalkan kerugian materi juga korban jiwa cukup banyak. Untuk itu, Uskup Larantuka Mgr Kopong Kung Pr meminta warga yang terdampak agar tidak larut dalam kesedihan.Namun sebaliknya bangkit dan semangat membangun hidup kembali.

"Kita harus bangkit dan menatap kehidupan baru yang lebih baik. Bencana tidak boleh membuat kita larut dalam kesedihan yang mendalam. Saya percaya dan yakin bahwa masyarakat di NTT terutama yang ada di Adonara dan Lembata mampu untuk keluar dari derita bencana ini. Badai pasti berlalu, masyarakat  tidak sendiri", ungkap Uskup Larantuka saat menemui para pengungsi di sejumlah titik, di Adonara, Kamis (22/4).

Dalam kunjungan bertemu dengan pengungsi, Uskup memberikan peneguhan kepada seluruh masyarakat terutama korban banjir bandang agar tidak larut dalam kesedihan dan keterpurukan akibat bencana.

"Masyarakat tetap bersemangat untuk bangkit kembali dari kondisi saat ini untuk tetap berusaha. Dengan memulai dari apa yang dimiliki oleh masyarakat itu sendiri. Saya minta jangan terlalu larut dalam kesedihan. Jangan putus asa dan tetap semangat. Mari kita bangkit dan tetap berusaha dengan apa yang kita miliki," minta Uskup Larantuka.

Terkait bencana di Adonara, Uskup Larantuka menjelaskan bahwa bencana ini mendapatkan tanggapan dari semua pihak. Baik dari pemerintah, swasta termasuk gereja.

"Di kecamatan ada pastor dan camat yang akan mendata dan melaporkan untuk ditangani. Tadi waktu saya kesini, di jalan saya ditahan orang dari Jakarta. Mereka mau bertemu korban bencana. Saya sampaikan ke mereka, silahkan kerja dan melaporkan hasilnya ke saya," lanjutnya.

baca juga: Bantuan Korban Banjir Adonara NTT

Uskup juga menjelaskan kehadiran anggota DPR RI sekaligus istri Gubernur NTT Julie Sutrisno Laiskodat di tengah korban bencana adalah untuk melihat dan mendengar keluh kesah para korban yang nantinya dibicarakan di pemerintah pusat melalui lembaga DPR.

"Saya bersama Ibu Julie Sutrisno Laiskodat, sebagai istri Gubernur NTT dan sebagai wakil rakyat, mulai dari Lembata sampai di Adonara turun menyapa korban bencana" ujarnya. (OL-3)

 

BERITA TERKAIT