22 April 2021, 06:26 WIB

Ulama Minta Masyarakat Waspadai Politik Fitnah Jelang PSU Kalsel


Denny Susanto | Nusantara

ULAMA kharismatik Kalimantan Selatan KH Muhammad Wildan Salman atau Guru Wildan mengingatkan agar seluruh masyarakat berhati-hati ada pihak yang gencar memainkan politik fitnah, mengadu domba masyarakat dengan menebar berbagai kabar bohong (hoax) menjelang pelaksanaan Pemungutan Suara Ulang (PSU) Pilgub Kalsel.

Pimpinan Pondok Pesantren Tahfidz Al-Quran Darussalam Martapura ini sebelumnya diperiksa Bawaslu Kalsel untuk klarifikasi terkait dugaan kampanye terselubung mendukung calon gubernur Sahbirin Noor (Paman Birin).

"Saya sudah didatangi oleh Bawaslu. Mereka datang sebelas orang. Saya temui mereka di Pondok Pesantren Darussalam," kata Guru Wildan, Kamis (22/4).

Guru Wildan mengaku bersedia diklarifikasi Bawaslu karena menganggap PSU sangat penting bagi kemaslahatan masyarakat Kalsel ke depan, serta memberi tauladan semua pihak agar selalu menghormati hukum dan perundangan. Kepada Bawaslu, Guru Wildan menyampaikan fakta terkait pernyataannya mendukung Paman Birin yang videonya diviralkan oknum tertentu. Guru Wildan menyebut bahwa pernyataannya itu bagian dari pengajaran internal kepada para murid Ponpes Darussalam di ruang tahfidz, beberapa waktu lalu.

"Para murid Darussalam itu telah menganggap saya sebagai Abah mereka. Jadi apa salahnya saya sebagai orang tua memberi pengajaran terkait pelaksanaan PSU kepada anak-anak saya? Sudah menjadi kewajiban saya untuk mengimbau kepada anak-anak saya, mana yang hak, mana yang bathil dan siapa yang pantas dipilih," katanya.

Sebagai ulama dirinya merasa wajib berpesan kepada para muridnya di Ponpes Darussalam agar mendukung Paman Birin karena melihat ada pihak secara kasat mata gencar mempergunakan politik fitnah yang membahayakan masyarakat Kalsel menjelang pelaksanaan PSU.

"Jelang PSU ini ada yang gencar melakukan politik fitnah. Maka sudah menjadi tugas para guru dan pemuka agama untuk menjaga masyarakat dari pengaruh politik fitnah. Sebab politik fitnah paling berbahaya karena menebar kebencian terhadap pihak lain, atau menebar kebohongan supaya muncul kebencian dan merugikan orang lain," tegas Guru Wildan.

Beberapa contoh fitnah yang diviralkan bahwa Habib Hasan Abdurrahaman telah mendukung paslon tertentu, sehingga belakangan Habib Hasan terpaksa meluruskan fakta. Juga fitnah lain yang diviralkan mengenai Guru Haji Abdul Muin Dalam Pagar yang seolah telah hijrah ke paslon tertentu.

baca juga: PSU Pilgub Kalsel

"Bapak mertua saya (Guru Haji Abdul Muin) dikabarkan telah mendukung paslon tertentu. Padahal faktanya tidak seperti itu," tuturnya.

Selain mengingatkan masyarakat Guru Wildan juga mengingatkan penyelenggara pemilu, KPU dan Bawaslu agar lebih gencar menyosialisasikan tentang PSU kepada seluruh masyarakat terutama masyarakat yang berada di wilayah PSU. Pantauan Media menjelang PSU Pilgub Kalsel tensi politik semakin memanas. (OL-3)

 

 

 

BERITA TERKAIT