20 April 2021, 07:50 WIB

Polisi Masih Selidiki Motif Upaya Pembegalan Anak Bupati Brebes


Supardji Rasban | Nusantara

KEPOLISIAN Resor (Polres) Brebes, Jawa Tengah, hingga kini, belum mengetahui motif di balik kasus dua pelaku yang menguntit anak Bupati Brebes yang diduga merupakan upaya pemerasan atau pembegalan.

Pelaku diketahui adalah seorang mantan polisi yang dipecat dan saat dilakukan penggeledehan di dalam mobil yang ditumpangi mereka selain ditemukan senjata tajam dan belasan plat nomor palsu, juga beberapa paket sabu.

Penggeledahan dilakukan anggota Polres Brebes, usai meringkus dua pelaku penguntit dan penghadang mobil anak Bupati Brebes Idza Priyanti,
yang bernama El Shanti Nabila.

Baca juga: Kapolres Metro Lampung Raih Kak Seto Award 2021

Dua pelaku yakni Zacky Rohman, 42, dan Sidik Sulaiman, 28, warga Bandung Jawa Barat. Pelaku Zaki, diketahui merupakan seorang mantan polisi yang dipecat.

Kapolres Brebes AKBP Gatot Yulianto, dalam konferensi pers yang digelar Senin (9/4) sore, mengaku, hingga saat ini, pihaknya belum bisa memastikan motif pelaku dalam kasus yang menggegerkan warga Brebes tersebut.
     
"Ini terus terang karena pelaku utama yaitu Zacky Rohman, masih terpengaruh narkoba dan belum bisa diminta ketaranganya," ujar Gatot.

Namun, Gatot membeberkan bahwa pelaku merupakan mantan polisi yang dipecat pada 2009 dalam kasus perampasan mobil.

"Yang jelas pelaku Zacky merupakan pecatan polisi," ucapnya.

Menurut Kapolres Brebes, hingga kini, pihaknya masih terus melakukan penyelidikan terkait kasus penghadangan mobil, mengancam polisi dengan senjata tajam, merusak gerbang Mapolres Brebes, hingga kepemilikan sabu sabu.

"Kedua pelaku terancam kurungan maksimal 20 tahun penjara," terangnya.

Sementara itu, anak Bupati Brebes Idza Priyanti, yakni El Shanti Nabila, mengapresiasi kinerja polisi yang dengan cepat meringkus kedua pelaku yang nyaris mencelakakannya tersebut.
     
"Saya mengapresiasi sekaligus bersyukur atas kinerja polisi yang dengan cepat bisa menangkap kedua pelaku sehingga saya dan saudara saya bisa selamat," ujar Nabila.

Nabila berpesan kepada masyarakat jika megalami kasus terkait kriminal bisa secepatnya melaporkan ke polisi sehingga bisa terhindar dari sesuatu yang tidak diinginkan.

"Seperti yang saya lakukan ketika saya dan saudara saya diikuti kedua pelaku bahkan sempat menggedor-gedor mobil yang kami tumpangi, kami lanagsung menuju Mapolres Brebes untuk melaporkan," terang Nabila. (OL-1)

BERITA TERKAIT