19 April 2021, 19:19 WIB

Produksi Minyak Kayu Putih Di Gunungkidul Akan Ditingkatkan


Ardi Teristi | Nusantara

GUBERNUR DIY Sri Sultan HB X mendorong produksi minyak kayu putih di Gunungkidul dapat ditingkatkan. Pasalnya, kebutuhan minyak kayu putih di Indonesia terbilang tinggi dan belum dapat dipenuhi secara maksimal.

Hal itu diungkapkan Sri Sultan dalam acara penyulingan pertama minyak kayu putih pada 2021 ini, Senin (19/4) di pabrik Sendangmole, Playen, Gunung Kidul.

Sri Sultan berharap, masyarakat sekitar kawasan Pabrik Sendangmole nantinya tidak hanya bekerja sebagai karyawan saja, melainkan bisa tumbuh kemandirian. "Ada kepastian kalau masyarakat menanam pohon kayu putih mandiri, harganya baik dan mengurangi kemiskinan," ujar Sri Sultan.

Sri Sultan juga mengatakan sejatinya tanah Sultan Ground (SG) yang ada di wilayah Gunungkidul bisa dimanfaatkan untuk kesejahteraan rakyat. "Misalnya, dalam suatu desa, ada SG dan ada orang miskin berapa yang realistis saja, nanti dihitung. Mana yang SG yang jadi tanah desa, mana yang bukan. Silakan bisa bersurat ke saya atau ke keraton," urai Sri Sultan.

Skema pemanfaatan lahan dapat dilakukan dengan sistem kelompok dan bagi hasil. Misalnya, 1 hektare SG dikelola 10 orang. Nanti, pengelolaannya bisa patungan dan hasilnya bisa dibagi.

Sri Sultan mengusulkan pemanfaatan tanah tersebut tak hanya digunakan untuk satu jenis tanaman saja. "Saya kira pohon kayu putih itu kan besar, kalau dilakukan tumpangsari tidak masalah kan," kata Sri Sultan.

Bupati Gunungkidul, Sunaryanta juga berharap adanya peningkatan produksi minyak kayu putih mengingat kebutuhan minyak kayu putih nasional sekitar 3.500 ton per tahun. "Kita memasok untuk nasional itu baru 600 ton per tahun, artinya masih kekurangan. Mudah mudahan ke depan bisa memenuhi yang menjadi  kebutuhan nasional," tutup dia. (OL-15)

 

BERITA TERKAIT