18 April 2021, 13:30 WIB

Kementerian PUPR Bangun Rusun Untuk Ponpes di NTB


Insi Nantika Jelita |

KEMENTERIAN Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) membangun rumah susun (rusun) untuk para santri di pondok pesantren (ponpes) yang berada di Nusa Tenggara Barat (NTB).

Menteri PUPR Basuki Hadimoeldjono mengatakan pihaknya diberikan tugas oleh Presiden Joko Widodo untuk memperhatikan infrastruktur pendukung pendidikan seperti hunian santri dan mahasiswa, agar mereka bisa lebih fokus belajar untuk prestasi.

“Dengan dibangunnya rusun tersebut diharapkan bisa membantu para mahasiswa untuk mendapatkan hunian yang layak selama proses belajar mengajar sehingga diharapkan akan mencetak SDM yang unggul,” ujar Basuki dalam keterangannya, Minggu (18/4).

Untuk pondok pesantren yang memiliki keterbatasan lahan untuk hunian vertikal, Kementerian PUPR melakukan inovasi pembangunan Rusun mini dengan spesifikasi ruangan yang memadai.

Sementara itu, Direktur Jenderal Perumahan Kementerian PUPR Khalawi Abdul Hamid menyatakan akan terus membantu peningkatan kualitas pendidikan di pondok pesantren dengan menyediakan hunian layak huni bagi para santri berupa rumah susun.

"Pondok pesantren yang memiliki keterbatasan lahan kami bantu dengan pembangunan rumah susun tipe mini,” ujar Khalawi.

Salah satu pondok pesantren yang mendapatkan bantuan pembangunan Rusun tipe mini oleh pemerintah adalah Pondok Pesantren Usman Bin Affan yang berlokasi di desa Manggeasi, Kecamatan Dompu, Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat. Pembangunannya telah dimulai ditandai dengan proses peletakan batu pertama pada Kamis, (15/4/2021).

Pembangunan Rusun untuk para santri di Ponpes Usman Bin Affan NTB ini diterangkan PUPR merupakan hunian vertikal yang di desain khusus yakni berukuran mini. Rusun ini bakal dibangun dengan tipe barak mini setinggi dua lantai yang memiliki empat unit barak.

Adapun luas bangunan rusun secara keseluruhan hanya 537 meter persegi dengan anggaran sebesar Rp 3,4 miliar. Fasilitas yang akan tersedia ialah empat unit barak yang dilengkapi dengan 42 unit tempat tidur susun dan 42 lemari pakaian serta empat kamar mandi komunal yang bersih untuk 84 santri.

Ketua Yayasan Ponpes Usman Bin Affan Ustad Samsudin menyambut baik upaya kepada Kementerian PUPR karena setelah bertahun-tahun baru terealisasikan rusun tersebut.

“Kepada pemerintah pusat dan pemerintah daerah kami mengucapkan banyak terima kasih," pungkasnya. (OL-8)

 

BERITA TERKAIT