16 April 2021, 17:20 WIB

Kasus Positif Covid-19 Di Cianjur Bertambah


Benny Bastiandy | Nusantara

BERBAGAI momen libur panjang ataupun kemeriahan menyambut datangnya bulan suci Ramadan belum lama ini, berdampak terhadap penambahan kasus positif covid-19 di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat. Kondisi itu sangat disayangkan mengingat kasus aktif baru di Kabupaten Cianjur akhir-akhir ini terpantau melandai.

"Hingga Rabu (14/4), jumlah kasus konfirmasi covid-19 di Kabupaten Cianjur sebanyak 3.824 orang. Ada penambahan kasus aktif baru beberapa hari terakhir diduga karena ada beberapa momentum sebelum masuk Ramadan," kata Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Kabupaten Cianjur, Yusman Faisal, Jumat (16/4).

Dampak lain terjadinya penambahan kasus aktif baru yakni tingkat kesembuhan. Semula, kata Yusman, tingkat kesembuhan di atas 80%. "Sekarang turun jadi 70%. Dari 3.824 orang pasien konfirmasi covid-19, sebanyak 3.139 orang dinyatakan sembuh," jelasnya.

Saat ini tidak hanya terjadi penambahan kasus aktif baru di Kabupaten Cianjur, tapi juga tingkat keterisian ruang isolasi di rumah sakit juga bertambah. Dari sekitar 250 ruangan isolasi yang disiapkan di rumah sakit, tingkat keterisiannya mencapai kisaran 68%. "Padahal sebelumnya tingkat keterisian sudah terus menurun sampai 50%,"
sebutnya.

Yusman mengungkapkan meningkatnya kasus Covid-19 dan keterisian rumah sakit diakibatkan momentum libur panjang dan euforia masyarakat menyambut bulan suci Ramadan. Pasalnya, banyak masyarakat yang berlibur ke luar daerah atau berkerumun saat libur panjang dengan dalih papajar atau menjalankan tradisi masyarakar menyambut Ramadan.

"Ditambah kerumunan di pasar menghadapi munggahan atau hari pertama puasa. Ini juga rawan terjadi penyebaran covid-19," ucapnya.

Melihat kondisi pergerakan kasus aktif baru yang kembali meningkat, Yusman mengimbau agar masyarakat bisa menahan diri tidak melakukan berbagai acara memicu kerumunan. Misalnya acara buka puasa bersama dengan melibatkan banyak orang.

"Harus dilakukan pembatasan-pembatasan agar kasus aktif baru tidak kembali bertambah," pungkasnya. (OL-15)

BERITA TERKAIT