16 April 2021, 16:58 WIB

Penjualan Tiket Bus AKAP di Cimahi Meningkat


Depi Gunawan | Nusantara

KEPUTUSAN pemerintah yang membolekan masyarakat melakukan mudik sebelum 6 Mei menyebabkan penjualan tiket bus AntarKota AntarProvinsi (AKAP) di Kota Cimahi, Jawa Barat, meningkat. Banyak calon pemudik dari Kota Cimahi yang memesan tiket untuk keberangkatan sebelum 6 Mei 2021.

"Larangan mudik kan berlaku sejak 6-17 Mei, jadi pemesanan tiket untuk keberangkatan sebelum 6 Mei ada kenaikan," kata salah satu agen tiket bus AKAP, Rini Indriani, Jumat (16/4).

Dibanding tahun-tahun sebelumnya, Rini mengatakan, mudik di tahun ini dirasa jauh berbeda karena para pemudik justru sudah meninggalkan daerah perantauan sebelum bulan puasa. Kebanyakan, pemudik berangkat pulang kampung pada H-1 Ramadhan.

"Dalam sehari, bisa sampai tiga bus berangkat dari Cimahi. Rata-rata tujuan Jawa Tengah, seperti perantau asal Wonogiri yang berprofesi pedagang di sini," ujarnya.

Dari percakapan dengan pembeli tiket, Rini mengaku, mereka memilih pulang kampung secepatnya lantaran adanya aturan larangan mudik. Untuk harga tiket, ada penurunan dibanding tahun lalu. "Harga tiket Rp150 ribu untuk ke wilayah Jawa Tengah. Termahal tujuan Denpasar Bali yaitu Rp480 ribu," tuturnya.

Rini menambahkan, kondisi sekarang sebetulnya lebih baik dibanding lebaran tahun lalu dimana waktu itu dirinya tidak memperoleh pendapatan sama sekali dari penjualan tiket sebab adanya larangan mudik dari pemerintah.

"Sekarang masih ada kelonggaran. Tahun kemarin parah banget, agar dapat penghasilan saya terpaksa jualan ayam," tambahnya.

Kepala Seksi Angkutan pada Dinas Perhubungan Kota Cimahi, Ranto Sitanggang mengungkapkan, pihaknya bakal mengikuti kebijakan larangan mudik yang dikeluarkan pemerintah pusat, termasuk juga larangan operasional bus yang mengangkut pemudik.

"Nanti kita akan buat Surat Edaran terkait larangan beroperasi angkutan umum di Cimahi. Kita akan kirim ke agen bus," jelasnya. (OL-15)

BERITA TERKAIT