16 April 2021, 08:57 WIB

Ada Kendala Non-Teknis, Sulsel Tetap Targetkan 10 Besar di PON XX


 Lina Herlina | Nusantara

PEKAN Olahraga Nasional (PON) XX Papua 2021 akan berlangsung pada 2-13 Oktober 2021 mendatang.

Beberapa waktu lalu tim delegasi kontingen Sulawesi Selatan berkesempatan menghadiri Chief de Mission (CdM) Meeting di Jayapura, Papua membahas kondisi perhelatan olahraga nasional yang dihadapi karena masih dalam masa pandemi Covid-19.

Anggota Komite Pengawas Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Sulsel Ariady Arsal, salah satu yang hadir pada CdM tersebut menjelaskan, jika ada dua tantangan besar yang akan dihadapi di Papua nantinya. Bukan hanya pandemi Covid-19, tapi juga penyakit malaria.

"Ini adalah tantangan non-teknis yang berat tentunya. Tapi tuan rumah berjanji meminimalisir kendala itu. Mereka akan memvaksinasi warga setempat dan melakukan fogging untuk memberantas penyakit malaria. Termasuk memastikan setiap anggota kontingen telah divaksin dan negatif Covid-19," jelas Ariady.

Dia juga menambahkan, hasil CdM di Papua itu pun, sudah dibahas juga pada rapat Satuan tugas (Satgas) PON XX/2021 di Kantor Gubernur Sulsel.

"Kita menyampaikan jika Panitia Lokal Papua menyatakan kesiapannya melaksanakan PON XX. Kabupaten dan Kota tuan rumah pelaksanaan PON di Papua menyatakan kesiapannya menyukseskan pesta olahraga empat tahunan ini," tambah Ariady.

"Termasuk untuk akomodasi lebih banyak non hotel, jadi disiapkan tempat seperti Asrama TNI, Polri, dan Sekolah. Panitia juga menyediakan hotel bintang tiga bagi kontingen,” sambungnya.

Tuan rumah juga menyiapkan sarana transportasi dan akomodasi yang disesuaikan dengan lokasi pertandingan setiap kontingen. PON XX diperkirakan diikuti 9.000 atlet orang, namun pada saat pembukaan berlangsung peserta upacara setiap kontingen dibatasi dan diwakili masing-masing 50 peserta.

Panitia juga menjamin lokasi akomodasi dan pertandingan dapat diakses paling lama 30 menit.

Ketika tiba di Bandara Sentani Jayapura, seluruh kontingen akan langsung dipisahkan dari penumpang umum ke Landasan Udara TNI Angkatan Udara Sentani. Bandara. Bandara ini termasuk kelas 1A dan terletak 40 km dari Kota Jayapura.

“Papua tetap ingin pertandingan-pertandingan seluruh cabang olahraga PON XX dapat disaksikan dengan semeriah mungkin oleh penonton yang tentu saja sudah menjalani vaksinasi dan bebas Covid-19,” lanjut Ariady.

Tuan rumah tentu menyiapkan sedikitnya 9.000 dokter, sementara dari segi keamanan disiapkan 6.000 personel pengamanan yang mayoritas TNI yang di bawah komando (BKO)-kan. Seluruh kontingen memiliki tenaga pengamanan dari unsur TNI Angkatan Darat dan Angkatan Udara.

Sementara itu, Prof Andi Ihsan, Binpres Satgas PON XX dari Sulsel mengatakan, jika di Papua nanti ada empat lokasi yang menjadi lokasi pertandingan yaitu Kota Jayapura, Kabupaten Jayapura, Kabupaten Mimima, dan Kabupaten Merauke.

Di Kota Jayapura dipertandingkan 16 cabang olahraga (cabor) dan Sulsel mengikuti 13 cabur. Di Kabupaten Jayapura 14 cabor dan Sulsel mengikuti 11 cabur. Di Kabupaten Mimika 9 cabor, Sulsel mengikuti 7 cabor, dan di Merauke dipertandingkan 6 cabor dan Sulsel hanya mengikuti 3 cabor.

Sulsel sendiri pada PON XX/2021 Papua ini akan mengikutkan 201 atlet dengan 65 ofisial yang terdiri atas pelatih, asisten pelatih, dan mekanik. Total kontingen Sulsel 265 orang. "Target Sulsel pada PON XX ini tidak berubah, bisa 10 besar," tutup Prof Andi Ihsan. (LN/OL-09)

 

 

BERITA TERKAIT