15 April 2021, 10:44 WIB

Berkah Ramadan, Produk Kerajinan Rustic Tasikmalaya Ramai Pesanan


Kristiadi | Nusantara

SAAT pandemi covid-19 tetap masih ada harapan bagi para perajin rustic di Kampung Cilangkap, Desa Cilangkap, Kecamatan Manonjaya, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat. Setelah penjualan menurun selama pandemi, saat Ramadan perajin rustic bernapas lega karena banyaknya orderan. Para perajin rustic memanfaatkan limbah kayu bakar dijadikan produk kerajinan. 

Salah satu perajin bernama Usep Suherlan, 42 mengatakan berbagai limbah dahan pohon dari berbagai jenis mulai dari kayu jati, mahoni, kopi dan nangka bisa dijadikan perabot rumah tangga dengan nilai jual tinggi. Hasil produksinya dipromosikan melalui media sosial seperti Facebook dan Instagram dengan akun @KilazCraft.

"Saya ini perajin rustic. Setiap hari bisa memproduksi kerajinan rustuc antara 10 sampai 20 lusin. Namun, dengan adanya pandemi, produksi kerajinan rustic mengalami penurunan cukup drastis dan saya hanya mampu menjual sebanyak 5 lusin. Kini saat Ramadan, pesanan kembali meningkat," katanya, Kamis (15/4).

Bisnis rustic yang kerjakan oleh Usep sudah tiga tahun dan memperkerjakan 7 orang. Produksinya telah dikirim ke Singapura dan Malaysia. Sedangkan di dalam negeri, pelanggannya berasal dari Batam, Yogyakarta, Jakarta, Magelang, Malang, Bandung, Surabaya, Solo, Kalimantan dan wilayah Priangan Timur. Untuk, satu kerajinan dibandrol seharga Rp25 ribu sampai Rp350 ribu.

Berbagai kerajinan rustic dari  kayu yang dibuat Usep antara lain tempat tisu, vas bunga, bingkai cermin, meja, baki dan lainnya. 

Ia berharap pemerintah bisa membantu permodalan, pemasaran dan pembinana agar usahanya terus berkembang dan berkelanjutan. Sebab kerajinan yang dilakukannya ini telah mengurangi angka pengangguran di lingkungannya. Pengangguran di lingkungannya kini mengikuti jejak Usep membuat kerajinan dari limbah kayu.

baca juga: Penerimaan Pajak di Babel Turun 43 Persen

"Kerajinan rustic sejak tiga tahun lalu sampai sekarang menggunakan modal usaha sendiri dan pemasaran yang dilakukan hanya melalui perorangan sampai akhirnya mampu dikirim ke luar negeri maupun luar kota. Pesanan selama Ramadan ini cukup ramai," kata Usep yang sebelumnya adalah perajin meja antik. (OL-3)
 

BERITA TERKAIT