15 April 2021, 08:54 WIB

Kampung Ramadan di Klaten Ditiadakan


Djoko | Nusantara

PEMERINTAH Kabupaten Klaten, Jawa Tengah melarang penyelenggaraan Kampung Ramadan 1442 H. Kebijakan ini diambil dalam upaya pengendalian persebaran covid-19.

"Penyelenggaraan kampung Ramadan tidak diizinkan. Karena, kegiatan itu berpotensi menimbulkan kerumunan orang di tengah situasi pandemi covid-19," kata Bupati Sri Mulyani.

Sebelum pandemi covid-19, kampung Ramadan bermunculan di Klaten.  Salah satunya, kampung Ramadan di sekitar Masjid Mlinjon, Klaten Tengah. Menurut Sri Mulyani, Selasa (13/4), kampung  Ramadan tidak diizinkan karena dari pengalaman yang sudah-sudah kegiatan itu menimbulkan orang uyuk-uyukan  yang sulit diawasi.

"Jadi, kami tegaskan kebijakan melarang penyelenggaraan pasar atau kampung Ramadan itu dalam upaya pencegahan dan pengendalian persebaran covid-19," imbuhnya.

Kampung Ramadan, seperti di sekitar Masjid Mlinjon Jl Bhayangkara merupakan pasar kuliner yang ramai dikunjungi masyarakat pada siang hingga sore menjelang berbuka puasa.Asisten I Sekretariat Daerah Klaten, Ronny Roekmito membenarkan bahwa pemerintah kabupaten tidak mengizinkan penyelenggaraan pasar atau kampung Ramadan 1442 H.

baca juga: Warung dan Kafe di Pide Dilarang Buka Siang dan Saat Tarawih

Salah satu alasannya, yakni penyelenggaraan kampung Ramadan berpotensi mengundang banyak warga masyarakat, sehingga menimbulkan kerumunan di masa pandemi covid-19.

"Kebijakan pemerintah kabupaten yang melarang penyelenggaraan kampung Ramadan mengacu instruksi pemerintah pusat (Mendagri) tentang PPKM berbasis mikro," jelasnya.

Terkait tidak diizinkannya kampung Ramadan, Takmir Masjid Mlinjon pun telah memberitahukan kepada masyarakat melalui spanduk, bahwa pasar sore Kampung Ramadan tahun ini ditiadakan. Menurut Eko Hari Musanto, takmir Masjid Mlinjon, pasar sore kampung Ramadan ditiadakan untuk pencegahan jangan sampai menimbulkan klaster baru kampung Ramadan. (OL-3)
 

BERITA TERKAIT