14 April 2021, 22:02 WIB

Pencarian 22 Korban Hilang Banjir Bandang Lembata Masih Nihil


Alexander P. Taum | Nusantara

KOMANDAN Basarnas Maumere, Putu Sudayana, meminta Pemerintah Daerah Lembata, Nusa Tenggara Timur, segera memberitahu keluarga korban hilang akibat banjir bandang, tentang kemungkinan tidak ditemukan para korban, meskipun upaya pencarian dimaksimalkan tim SAR gabungan.

"Terkait pencarian korban, Tim SAR Gabungan, TNI/Polri, dan relawan serta SAR K9. Kami tanyakan rumah dan rumah korban terdampak, kemudian kerahkan Excavator. Sampai dengan saat ini sebanyak 22 korban belum ditemukan," ujar Komdan Tim SAR Gabungan, Putu Sudayana di hadapan Bupati Lembata, Eliazer Yentji Sunur.

Disebutkan, pencarian di laut telah dilaksanakan sejak 11 April hingga hari ini, Rabu (14/4/2021), pencarian korban di laut tidak juga berbuah hasil.

"Pencarian sudah maksimal, sampai ada seremonial adat, tetapi hasil yang diperoleh belum maksimal. Seandainya kalau korban tidak ditemukan perlu
dipikirkan langkah-langkahnya, sehingga masyarakat memahami bahwa kita sudah bekerja maksimal,"ujar Putu Sudayana.

Sementara itu, Bupati Lembata, Eliazer Yentji Sunur mengatakan, masa tanggap darurat bencana banjir bandang berlaku sampai dengan 17 April 2021.

Bupati Sunurpun meminta Kepala Desa untuk memberitahu pihak keluarga adanya kemungkinan tidak ditemukan korban hilang tersebut. (OL-13).

 

 

BERITA TERKAIT