14 April 2021, 15:48 WIB

Kemenparekraf Rilis Kharisma Event Nusantara, Wajib Penuhi CHSE


Iis Zatnika | Nusantara

 

Kegiatan budaya, konser, festival dan acara industri kreatif lainnya kini telah diperkenankan kembali diselenggarakan. Syaratnya, penyelenggara mengantongi sertifikasi Cleanliness, Health, Safety & Environment Sustainability (CHSE) Penyelenggaraan Kegiatan (Event).

Sertifikasi CHSE Penyelenggara Kegiatan itu bersifat wajib dan pemeriksaan atas setiap ketentuan yang ada didalamnya akan dilakukan pihak kepolisian sebelum izin diberikan. Demikian terungkap dalam peluncuran Kharisma Event Nusantara (KEN) 2021,  Calendar of Event Daerah pada Sabtu, (10/4) di Studio RCTI +, Jakarta Barat yang dihadiri Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno.

Sandiaga menyatakan berbagai inovasi yang dilakukan penyelenggara kegiatan, termasuk dengan melibatkan pentas digital menunjukkan upaya untuk bertahan atau surviving. Namun, di saat yang sama, juga diperlukan kegiatan yang kembali meneraplkn konsep pertemuan langsung dengan berbagai inovasinya atau reviving, tentunya dengan menerapkan protokol kesehatan.

 "Pandemi ini telah memukul kita dengan sangat berat, kenyataan yang sangat pahit dirasakan oleh penyelenggara event. Kita harus mengakui, penyelenggara maupun masyarakat sama-sama membutuhkan kegiatan untuk menciptakan enjoyment, engagement, experiment serta empowerment. Dengan pengalaman sebelumnya yang melibatkan digitalisasi, membuat industri event naik kelas," kata Sandiaga.

Sandiaga menjelaskan KEN merupakan pengembangan dari Calendar of Event yang diselenggarakan sejak 2018 di berbagai daerah. Sebelumnya, acara-acara yang diajukan daerah dikurasi. "Kurasi yang dilakukan didasarkan atas inovasi digital, pelibatan kearifan lokal serta penerapan CHSE," kata Sandiaga.

Peluncuran KEN serta dibukanya penyelenggaraan kegiatan ini, disambut positif Deputi Event Director di Yayasan Jember Fashion Carnaval (JFC) Budi Setiawan yang lazimnya diselenggarakan setiap akhir tahun. Kendati pada masa pandemi pihaknya tetap dapat menjaga produktivitas dengan mengikuti festival secara virtual, termasuk yang melibatkan 13 negara, namun kegiatan langsung di lapangan, karnaval di jalan yang dinikmati masyarakat dan turis adalah kegiatan yang paling ditunggu-tunggu pegiat JFC.

Sementara, Deputi Bidang Produk Wisata dan Penyelenggara Kegiatan (Events) Kemenparekraf/Baparekraf, Rizki Handayani, menambahkan, para kepala daerah serta perwakilan pelaku event diharapkan dapat segera segera mengadopsi CHSE dalam pelaksanaan suatu event. Sehingga diharapkan mulai semester dua 2021, festival atau kegiatan wisata di berbagai daerah bisa diselenggarakan.

"Nanti ketentuan CHSE itu yang memeriksa adalah kepolisian, persyaratan harus tertulis dengan detail dan benar-benar dilaksanakan di lapangan, di hari H akan ada pengawasan juga dari berbagai pihak," ujar Rizki.

Sertifikasi CHSE itu, kata Rizki, bisa dibuka di https://chse.kemenparekraf.go.id/storage/app/media/dokumen/Pedoman_Penyelenggaraan_Kegiatan.pdf. (X-6)

BERITA TERKAIT