14 April 2021, 11:43 WIB

Jalur Kereta Api Makassar-Parepare Ditargetkan Beroperasi 2023


Lina Herlina | Nusantara

JALUR Kereta Api Tran Sulawesi Makassar-Parepare akan memiliki panjang track 142 kilometer (km) dan 16 stasiun. Jika merujuk pada permintaan
Presiden RI Joko Widodo, maka proyek strategis nasional (PSN) satu ini,
harus kelar dan bisa dimanfaatkan pada 2023.

Karenanya, Pelaksana tugas (Plt) Gubernur Sulawesi Selatan, Andi
Sudirman Sulaiman meminta semua kepala daerah yang wilayahnya dilalui
jalur kereta api, bisa menggenjot persoalan lahan yang masih terus
berkutat pada pembebasan lahan.

"Kita harus mempersempit ruang yang menjadi konsen untuk dikerjakan dan
belum tuntas dalam pembebasan lahan. Termasuk daerah yang harus
konsinyasi, harus dilakukan dengan pendekatan persuasif, seperti di
Kabupaten Pangkep progresnya sudah 94 persen," sebut Andi Sudirman, Rabu (14/4).

Andi yakin target 2021-2021 ini, dari daerah Pallanro-Tanete Rilau, Garongkong-Tonasa (Barru-Pangkep) bisa operasi.

"Dan ruas berikutnya dan selanjutnya mulai dari Parepare, Pangkep dan Maros akan menjadi prioritas yang tahun ini harus diselesaikan, kita optimistis bisa selesai," kata Andi Sudirman meyakinkan usai Rapat Koordinasi Pembebasan Tanah Jalur KA Makassar-Parepare.

Kepala Balai Teknik Perkeretaapian Kelas I Wilayah Jawa Bagian Timur, Jumardi memaparkab saat ini mereka fokus pada pengadaan lahan jalur KA di tiga kabupaten yaitu Maros, Pangkep dan Barru, dari lima wilayah yang akan dilintasi jalur KA Makassar-Parepare.

baca juga: Luhut Dorong KPK Perkuat Pengawasan Megaproyek Nasional

Tiga kabupaten itu, panjang tracknya 118,5 kilometer dengan luas lahan 5,02 juta meter persegi, yang terdapat di atas 4.233 bidang tanah.

"Dari luasan itu, yang terbayar sudah 2.874 dan belum terbayar 1.106 bidang. Sisanya adalah fasum/fasos," ungkap Jumardi.

Progres pengadaan lahan di Maros untuk jalur KA memang baru 66,98
persen. Demikian pula untuk pembangunan stasiun, depo dan Balaiyasa 54,14 persen. Sedangkan di Pangkep, pengadaan lahan jalur KA nya sudah 92,11 persen, tapi untuk stasiun dan siding Tonasa bary 22,58 persen.

"Untuk Barru, baik jalur KA maupun siding Garongkong, semua sudah 100
persen. Tinggal konsolidasi di Garongkong saja, karen segmen B
(Pallanro-Takkalasi) dan segmen C (Takkalasi-Tanete Rilau) itu
ditargetkan 2021 ini bisa beroperasi hingga Tonasa, Pangkep," lanjut
Jumardi, Rabu (14/4).

Khusus pengadaan tanah Maros dan Pangkep yang masuk segmen D (Tanete
Rilau-Mandai), Jumardi menambahkan jika itu ditargetkan memang bisa kelar Maret 2021, tapi karena terkendala pembebasan lahan  sehingga mundur ke awal 2022.  Dilanjutkan ke segmen E (Mandai- Makassar New Port/Tallo) yng target pengadaan lahan September 2022.

"Yang pasti target operasi jalur KA kita itu 2021-2022, khusus segmen B, C dan D, yaitu dari arah Garongkong (Pelabuhna) hingga Tonasa (Semen Indonesia/Tonasa) dari Km 73 ke 91," lanjutnya.

Skema pendanaan pembangunan jalur rel kereta api itu dari APBN Rp6
triliun, APBD Rp8,8 milira hanya untuk pengadaan tanah dan kerja sama
pemerintah dan badan usaha (PKBU) sebesar Rp2,1 triliun, terdiri atas
capex Rp1 triliun dan operasional dan pemeliharaan Rp1,1 triliun. ((OL-3)

 

BERITA TERKAIT