14 April 2021, 06:38 WIB

Gunung Ile Lewotolok Erupsi, Warga Waspadai Hujan Abu


Alexander P Taum | Nusantara

PASCA bencana banjir bandang yang menewaskan puluhan warga pada 4 April lalu, kini warga Kabupaten Lembata, NTT dihadapkan dengan ancaman erupsi Gunung Ile Lewotolok.

Saat ini aktivitas Gunung Ile Lewotolok cenderung meningkat. Dan di kaki gunung berderet desa-desa berada di wilayah Kecamatan Ile Ape Timur yang belum lama ini dilanda banjir bandang.

Gunung yang belum setahun mengalami erupsi dahsyat, 29 Desember 2020
itu, menyebabkan ribuan warga bermukim di lereng gunung Ile Lewotolok
mengungsi. Meski tidak sampai menimbulkan korban jiwa, namun trauma
mendalam masih dirasakan warga kecamatan Ile Ape dan Ile Ape Timur itu.

Tiga bulan berselang, warga Ile Ape dikejutkan dengan bencana banjir
bandang yang menewaskan puluhan korban jiwa.

Erupsi besar pernah terjadi 29 Desember 2020 yang membuat warga panik dan mengungsi. Kini Gunung Ile Lewotolok kembali erupsi dengan mengeluarkan lava pijar dan menimbulkan suara gemuruh. Lava pijar muncul hampir setiap jam membuat warga panik. Abu vulkanik terlihat jelas di Desa Waowala.

Kepala Pos Pengamatan Gunung Ile Lewotolok, Stanislaus Arakian mengatakan terjadi lebih dari 10 letusan disertai gemuruh pada Selasa (13/4).

"Teramati 3 kali letusan dengan tinggi 200-500 m dengan warna asap putih dan kelabu. Letusan disertai suara gemuruh sedang hingga kuat,  Dan tiga kali dengan amplitudo 5-28 mm, durasi 15-26 detik," ujar Stanis Arakian.

Masyarakat di sekitar Gunung Ile Lewotolok maupun paa pendaki dan wisarawan dilarang melakukan aktivitas dalam radius 3 km dari puncak gunung.

Sementara itu, Stanislaus Arakian, Kepala Pos Pengamatan Gunung Ile
Lewotolok, Selasa (13/4) mengatakan, sejak pagi terhitung sudah lebih
dari 10 kali letusan disertai gemuruh.

baca juga: Suara Gemuruh Disangka Erupsi Gunung, Ternyata Banjir Bandang

Ia juga mengingatkan warga Desa Jontonan agar selalu mewaspadai potensi ancaman longsoran material lapuk disertai awan panas di bagian tenggara kawah Gunung Ile Lewotolok.

"Potensi bahaya abu vulkanik dapat mengakibatkan gangguan pernapasan dan gangguan kesehatan lainnya. Maka masyarakat di sekitar gunung untuk selalu memakai masker dan perlengkapan pelindung mata dan kulit," imbaunya.

Hingga saat ini terjadi hujan abu vulkanik di beberapa wilayah di sekitar gunung.

"Warga yang bermukim di sekitar aliran sungai yang berhulu di puncak Gunung Ile Lewotolok agar mewaspadai ancaman banjir lahar saat musim hujan," pungkasnya. (OL-3)

 

 

BERITA TERKAIT