13 April 2021, 17:55 WIB

Pondok Pesantren di Jawa Timur Terpapar Narkoba


Faishol Taselan | Nusantara

KEPOLISIAN Daerah Jawa Timur menemukan sejumlah kasus peredaran narkoba di dalam lingkungan pondok pesantren (ponpes) di Jawa Timur.

"Temuan ini berkat Kerjasama pihak pondok dengan Kepolisian," kata Kapolda Jatim Irjen Pol Nico Afinta di Surabaya, Selasa (13/4).

Menurutnya, peredaran narkoba di ponpes berhasil diungkap berkat informasi dari pimpinan pondok yang sangat kooperatif dengan polisi. "Karena pihak pondok pesantren berharap kepada Polri bisa menindak siapa saja yang coba-coba menyelundupkan (narkoba,red) ke pesantren," ujarnya.

Total sebanyak 1.800 kasus narkoba dan miras dengan 2.205 tersangka yang ditangani Ditnarkoba Polda Jatim sejak 1 Januari-31 Maret 2021. Dari jumlah penangkapan itu ada sebanyak 15 kasus di antaranya, dengan peran 16 tersangka, yang berupaya mengedarkan sabu-sabu ke dalam pondok pesantren.

"Presentasenya memang hanya 0,8 persen. Meski kurang dari satu persen, kami berharap bisa nol," kata Nico.

Pengasuh Ponpes Bumi Shalawat Sidoarjo Kiai Haji Agoes Ali Masyhuri dalam kesempatan yang sama mengapresiasi polisi dalam memberantas narkoba. Menurutnya, polisi bersama pemerintah sudah kompak berkomitmen memerangi barang haram itu. Dia berharap, masyarakat juga harus bersepakat melawan
narkoba.

"Belajar dari masa lalu, hiduplah untuk masa kini, dan rencanakan masa depan. Semoga usaha pemerintah kita diberkahi Allah. Semoga ibadah Ramadan berjalan baik," ujarnya.(OL-13)

Baca Juga: Kapolri: Binasakan Polisi yang Terjerat Kasus Narkoba

 

BERITA TERKAIT