13 April 2021, 17:28 WIB

Bangunan Rusak Akibat Bencana NTT Mencapai 126.459 Unit


Palce Amalo | Nusantara

BADAN Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Nusa Tenggara Timur (NTT), mencatat sebanyak 126.459 bangunan mengalami kerusakan akibat Siklon Seroja. Kerusakan yang terjadi terdiri dari 63.916 rumah penduduk mengalami rusak berat, sedang, dan ringan, serta 63.916 fasilitas umum diantaranya fasilitas pemerintah, jalan, dan jembatan.

Angka itu belum termasuk kerusakan fasilitas PLN yang mengakibatkan putusnya jaringan listrik di seluruh Pulau Timor, Alor, Lembata, Adonara, Sabu Raijua, Rote Ndao dan sejumlah kabupaten di Pulua Sumba, serta kerusakan perahu nelayan dan kapal tenggelam.

"Rumah penduduk yang rusak berat 16.896 unit, rusak sedang 14.928 unit, dan rusak ringan 30.719 unit," kata Juru Bicara Posko Penanggulangan Bencana Siklon Seroja NTT, Marius Jelamu, Selasa (13/4).

Sampai kini, sebanyak 33.811 korban bencana masih ditampung di 74 lokasi pengungsian. Warga bertahan di pengungsian karena rumah mereka tidak dapat ditempati lagi akibat mengalami kerusakan.

Selain itu, tambah Marius, korban tewas tercatat sebanyak 179 orang dan 45 orang belum ditemukan, 268 orang luka-luka dan 404.226 orang terdampak akibat badai tersebut. Korban tewas terbanyak berasal dari Adonara, Flores Timur sebanyak 72 orang dan dua hilang, Lembata 47 tewas dan 22 hilang, Alor 28 tewas dan 13 hilang, Kupang 12 tewas dan tiga hilang, serta Sabu Raijua tiga tewas dan lima hilang. (OL-15)

BERITA TERKAIT