13 April 2021, 17:15 WIB

Indramayu Mulai Masuk Kemarau Pola Tanam Disesuaikan


Nurul Hidayah | Nusantara

PEKAN pertama April ini, sebagian besar wilayah di Kabupaten Indramayu sudah memasuki musim kemarau. Percepatan tanam dianjurkan untuk petani di daerah tersebut.

Berdasarkan prakiraan awal musim kemarau yang dirilis BMKG Stasiun Meteorologi Kertajati, Kabupaten Majalengka disebutkan ada 19 kecamatan di Kabupaten Indramayu yang mulai memasuki awal musim kemarau pada April dasarian I (1-10 April). Yaitu Kecamatan Patrol, Sukra, Anjatan, Kandanghaur, Bongas, Haurgeulis, Gabuswetan, Losarang, Cantigi, Pasekan, Sindang, Arahan, Lohbener, Balongan, Jatibarang, Sliyeg, Juntinyuat, Karangampel dan Kedokanbunder.

Selain itu ada 6 kecamatan yang diprakirakan baru akan memasuki awal musim kemarau pada April dasarian III (tanggal 21-30). Yaitu Kecamatan Lelea, Cikedung, Widasari, Tukdana, Bangodua, dan Kertasmaya. Sedangkan tiga kecamatan lainnya diprakirakan baru akan memasuki awal musim kemarau pada Mei dasarian I yaitu Kecamatan Gantar, Kroya dan Terisi.

Forecaster BMKG Stasiun Meteorologi Kertajati, Ahmad Faa Izyn, meminta kepada petani untuk menyesuaikan pola tanam dengan kondisi cuaca saat ini.

"Menghadapi musim kemarau ini, bagi petani yang ingin bercocok tanam diminta menyesuaikan dengan rencana pola tanam," ungkap Faiz, Selasa (13/4).

Sementara itu Wakil Ketua Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Kabupaten Indramayu, Sutatang, menjelaskan sudah meminta kepada petani yang selesai panen rendeng 2020/2021 untuk segera melakukan percepatan tanam gadu 2021.

"April semai, Mei mulai tanam," ungkap Sutatang. Sehingga saat musim kemarau tiba kondisi tanaman padi sudah lebih kuat dan mencegah terjadinya kekeringan.

Sejumlah kecamatan menurut Sutatang juga sudah mulai tanam gadu. Seperti Kecamatan Gantar, Sukra dan Terisi. Daerah-daerah tersebut sebelumnya sudah mulai tanam rendeng lebih awal sehingga tanam gadu juga bisa dilakukan lebih cepat dibandingkan daerah lainnya. (OL-13)

Baca Juga: Pemda Siapkan Takjil Tim SAR, Relawan dan Pengungsi di Lembata

BERITA TERKAIT