13 April 2021, 09:57 WIB

Target Peremajaan Sawit Rakyat di Kalsel 3.500 Hektar


Denny Susanto | Nusantara

PEMERINTAH Provinsi Kalimantan Selatan menargetkan peremajaan sawit rakyat (PSR) tahun ini seluas 3.500 hektar di lima kabupaten di wilayah tersebut. Sektor perkebunan khususnya kelapa sawit mampu menjadi penopang ekonomi Kalsel di tengah keterpurukan berbagai sektor akibat pandemi covid 19.

Peremajaan sawit rakyat di Kalsel ditandai dengan penanaman bibit sawit oleh Pj Gubernur Kalsel, Safrizal ZA di lokasi perkebunan sawit rakyat Desa Kait-Kait, Kecamatan Bati-Bati, Kabupaten Tanah Laut, Senin (12/3).

PSR sendiri adalah program Kementerian Pertanian Dirjen Perkebunan yang bertujuan meningkatkan produktifitas dan kualitas buah kelapa sawit, khususnya untuk perkebunan rakyat. Safrizal menyebut sektor pertanian adalah salah satu sektor yang dapat bertahan di era pandemi secara nasional dan menjadi masa depan Kalsel.

"Untuk saat ini memang penyumbang devisa terbesar kita adalah tambang. Namun tambang adalah sumber daya alam yang tidak dapat diperbarui, masa depan kita adalah pertanian," ucap Safrizal.

Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan Kalsel, Suparmi mengatakan target PSR di Kalsel pada tahun 2018-2020  adalah seluas 10.517  hektar. Sedangkan target PSR tahun 2021 adalah 3.500 hektar yang tersebar di 5 kabupaten. Yakni 1.000 hektar Kabupaten Banjar, 500 hektar di Kabupaten Kotabaru, 1.000 hektar di Kabupaten Tanah Bumbu, 500 hektar di Kabupaten Tanah Laut, dan 500 hektar di Kabupaten Barito Kuala.

"Tujuan dari program PSR ini adalah membantu petani sawit rakyat. Memperbarui perkebunan kelapa sawit dengan kelapa sawit yang berkualitas dan berkelanjutan, serta meningkatkan produksi dan produktifitas kelapa sawit" ucap Suparmi, Selasa (13/4).

baca juga: Pemprov Kalsel Dorong Program Peremajaan Sawit Rakyat

Sebelumnya Agus Hartono, Ketua Tim PSR Dirjen Perkebunan mengatakan bahwa sumber dana dari program PSR ini berasal dari hasil pungutan ekspor yang dikelola oleh BPDB. “Sumber dana dari program ini adalah dana dari pungutan ekspor yang di sub kelolakan oleh Badan Pengelola Dana Perkebunan yang bekerja sama dengan Dirjen Perkebunan Kementrian Pertanian,"  ucap Agus.

Ada tiga sasaran PSR atau replanting, yaitu kelapa sawit yang berumur diatas 25 tahun, produksinya kurang dari 10 ton per tahun, dan yang ketiga adalah benih yang tidak bersertifikat. Luas perkebunan sawit rakyat di Kalsel mencapai 25 persen dari total luas 530 ribu hektar perkebunan sawit keseluruhan. (OL-3)

BERITA TERKAIT