12 April 2021, 16:55 WIB

Sulsel Ekspor Perdana Rempah dan Bat Guano ke 10 Negara


Lina Herlina | Nusantara

PEMERINTAH Provinsi Sulawesi Selatan melakukan pelepasan ekspor perdana rempah-rempah pupuk bat guano dan komoditas unggulan daerahnya, Senin (12/4) di Terminal Petikemas, Pelabuhan Makassar, Sulawesi Selatan. Dirangkaikan dengan penyerahan bantuan kepada korban bencana alam di Nusa Tenggara Timur (NTT).

Kadis Perdagangan Sulsel, Askharie Faskhiri Radjamilo mengungkapkan, ekspor perdana tersebut diikuti 14 pelaku usaha, dengan total volume ekspor yang dilepas sebesar 1.488 ton dengan Nilai US$ 3,44 juta atau setara dengan Rp49,9 Milyar.

Komoditas yang di ekspor perdana terdiri dari Kemiri, Kayu Manis, Ketumbar, Pupuk Bat Guano. Selain itu ada juga ekspor Rumput Laut, Ikan Segar, Gurita, Carragenan, Mete Kupas, Daging Kepiting, Udang Olahan, Udang Segar dan Cumi. "Itu merupakan Komoditas ekspor yang sudah berjalan selama ini," sebut Askharie.

"Rempah-rempah itu berasal dari beberapa sentra penghasil di Sulsel, seperti Pinrang, Enrekang dan juga Bone," lanjut Askharie.

Adapun Negara tujuan ekspor yaitu Hongkong, Amerika Serikat, China, Italia, Kanada, Rusia, Perancis, Jepang, Australia, dan Korea Selatan.

Pelaksana tugas (Plt) Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman menyambut baik ekspor perdana tersebut, lantaran menurutnya, karena menyangkut rempah-rempah, itu berarti berhubungan langsung dengan masyarakat petani rempah, untuk kesejahteraan.

"Ini adalah ekspor perdana. Ini stimulan awal, nanti kita liat perkembangan setelah berjala normal terlebih nanti jika Makassar New Port (MNP) sudah jadi dan berjalan normal, kapal dengan tonase besar bisa masuk, kita bisa titip barang-barang kita ke lur juga, kan sudah direct call," seru Andi Sudirman Sulaiman.

Dengan MNP itu nanti, dia memastikan neraca perdagangan bisa melimpah. "Kita jemput bola agar ekspor lancar dan bisa terus menerus, dan paling tidak, ini bisa sebagai ajang promosi dan membantu memperbaiki pertumbuhan ekonomi Sulsel dimasa pandemi," tutup Andi Sudirman.

Sementara untuk bantuan korban bencana alam di NTT, nilainya mencapai Rp1 miliar, tanpa APBD, karena merupakan bantuan CSR (Corporate Social Responsibility) eksportir. (OL-13)

Baca Juga: Begini Dalih Kemenko PMK Melarang Mudik Lebaran 2021

BERITA TERKAIT