11 April 2021, 17:35 WIB

Polres Cimahi Akan Tindak Tegas Penimbun Sembako


Depi Gunawan | Nusantara

SATUAN Tugas (Satgas) Pangan Polres Cimahi, Jawa Barat mengingatkan kepada pengusaha, pedagang, distributor, dan agen tidak menimbun sembako serta kebutuhan pokok lainnya disaat naiknya permintaan menjelang bulan Ramadan. Mereka yang melakukan penimbunan akan dikenai sanksi berat.

Larangan menimbun sembako atau barang yang penting diatur dalam Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2014 tentang Perdagangan. Pasal tersebut menyatakan bahwa bagi pelaku usaha yang menyimpan barang kebutuhan pokok atau barang penting dalam jumlah dan waktu tertentu pada saat terjadi kelangkaan barang, gejolak harga, atau hambatan lalu lintas perdagangan barang, maka akan diancam hukuman pidana.

"Kami akan menindak spekulan atau kartel yang sengaja menyebabkan terjadinya kelangkaan bahan pangan dengan cara timbun sembako menjelang Ramadan," kata Kasatreskrim Polres Cimahi, Ajun Komisaris Yohannes Redhoi Sigiro, Minggu (11/4).

Tindakan tegas itu untuk menjaga ketersediaan dan kelancaran arus barang kebutuhan pokok menjelang bulan puasa supaya stok barang yang dibutuhkan masyarakat benar-benar aman. Satgas Pangan Polres Cimahi memastikan ketersediaan kebutuhan pokok di pasar tradisional aman.

Pihaknya pun mengimbau masyarakat tidak berlebihan membeli kebutuhan pokok atau panic buying. "Berdasarkan pengecekan ke lapangan, sejauh ini ketersediaan stok bahan pokok aman. Tidak usah panik," ujarnya.

Saat melaksanakan pantauan dan pengecekan ke lapangan, pihaknya menemukan harga-harga bahan pokok masih stabil. Hasil pantauan itu kemudian dilaporkan ke atasan hingga Mabes Polri.

Di sisi lain, mendekati bulan puasa, harga beberapa kebutuhan pokok di pasar tradisional Panorama Lembang, Kabupaten Bandung Barat merangkak naik. Paling mencolok harga daging ayam yang naik sekitar Rp5.000 per kilogram. Kenaikan harga disebabkan karena tingginya permintaan konsumen.

"Minggu lalu daging ayam masih sekitar Rp34.000, tapi sudah mau bulan puasa ada kenaikan sekitar Rp5.000. Sekarang dari pedagang pasar rata rata ada yang jual Rp38.000 sampai Rp40.000 ribu per kilogramnya," kata Ujang, 46, salah seorang pedagang. (OL-15)

BERITA TERKAIT