11 April 2021, 09:05 WIB

6.000 Siswa SMK di Jawa Barat Dapat Pelatihan Persiapan Kerja


Mediaindonesia.com | Nusantara

SEBANYAK 6.000 siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Jawa Barat mendapatkan pelatihan bidang keamanan digital sepanjang 2020-2022. Pelatihan itu dilakukan sebagai upaya menyiapkan lulusan SMK agar siap kerja dan menjawab kebutuhan
akan digital talent.

Kegiatan itu diselenggarakan oleh InfraDigital Foundation (IDF) bekerjasama dengan Mastercard Center for Inclusive Growth melalui Mastercard Academy 2.0 dan Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Selama tahun 2020-2022, IDF akan memberdayakan 6000 murid SMK dari kalangan prasejahtera di Jawa Barat untuk mendapatkan sertifikasi cybersecurity tingkat internasional dan terhubung dengan industri terkait yang membutuhkan digital talent.

Baca juga: Tingkatkan SDM, Kemendikbud gelar Pelatihan Kepemimpinan

Tujuan utama program ini adalah penyerapan lulusan SMK sehingga mengurangi angka pengangguran melalui pemberian keterampilan cybersecurity. Selain keterampilan cybersecurity, peserta pelatihan juga dibekali dengan Pelatihan Persiapan Kerja. Berdasarkan survei need assessment dari tim Infradigital Foundation kepada 644 peserta pelatihan, ada 62,3% peserta tidak mengetahui tahapan seleksi kerja, dan 73,5% tidak memiliki pengetahuan tentang proses wawancara kerja.

Karena itulah Infradigital Foundation melihat bahwa Workshop persiapan kerja ini sangat essensial bagi para talent cybersecurity agar mampu bersaing dengan
baik di dunia kerja yang semakin kompetitif. Ketika pandemi menyerang ada banyak pihak yang mengalami kerugian, salah satunya para pelaku usaha dan industri.

Kerugian tersebut berakibat pada terjadinya pemutusan hubungan kerja. Hal itu tentu membuat jumlah angka pengangguran meningkat, sedangkan lowongan kerja menyusut. “Kami ingin program ini terus berlanjut sehingga semakin banyak lulusan SMK diperlengkapi dengan skill yang saat ini dibutuhkan di dunia kerja. Akhir dari program ini, peserta akan diberikan kesempatan mengikuti sertifikasi internasional  bidang Cybersecurity, dengan hal ini harapan kami lulusan SMK memiliki nilai plus saat bersaing di dunia kerja,” ujar Program Manager Infradigital Foundation, Deborah Miryam Fransisca.

Setelah sukses dengan Cybersecurity training dan professional development workshop pada 2020, InfraDigital Foundation kembali mengadakan Cybersescurity Professional Development Worksop untuk para talent Cybersecurity agar siap untuk bersaing di dunia kerja. Karena Ketika di dunia kerja tidak hanya
dibutuhkan hards kills tapi juga dibutuhkan soft skills.

Tahun ini ada dua tema besar yang menjadi fokus dari Professional Development Workshop. Pertama adalah Capacity to Work” yang bertujuan untuk membangun kesiapan kerja peserta sebelum turun ke lapangan. Dan kedua adalah Capacity to Adapt yakni bertujuan untuk membekali peserta dengan kemampuan adaptasi di dunia kerja.

Menurut VP of People & Culture at Virus Digital Indonesia, Dinar Syarita Bakti, acara ini adalah booster untuk para cyber warrior agar siap  menghadapi dunia kerja di industri. Sebab persaingan yang akan dihadapi oleh para siswa akan semakin ketat.

"Sebagai praktisi HR yang saat ini aktif bergerak di bidang hiring dan talent acquisition, saya sangat berharap semoga apa yang sudah saya ceritakan hari ini dapat diimplementasikan di kehidupan kerja yang sesungguhnya, terutama dalam masa pencarian kerja dan proses rekrutmen yang kompetitif," ujarnya.

Adapun materi yang disampaikan pada pelatihan persiapan kerja tahun ini lebih luas dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Materi tersebut mencakup hal dasar dimulai dari cara mencari kerja, membuat portofolio, hingga softskills lain yang tak kalah penting seperti Public Speaking, Effective Communication,
dan Leadership.

Setelah mengikuti pelatihan persiapan kerja ini para peserta diharapkan agar dapat memiliki kapasitas dan daya saing lebih sehingga dapat bersaing dengan para talenta lain dalam dunia kerja khususnya Cybersecurity.

"Menyiapkan generasi siap kerja yang kompeten. Saya senang dan bangga bisa menjadi bagian dari pemateri dan pendamping belajar bagi adik² peserta dalam mengeksplorasi potensi dan menguatkan motivasi mereka," ujarFounder & CEO at Improva Seri,  Mharta Adji W. (Ant/A-1)

BERITA TERKAIT