11 April 2021, 14:50 WIB

Pemprov Jatim Kebut Perbaikan Masjid Rusak Akibat Gempa


Bagus Suryo | Nusantara

PEMERINTAH Provinsi Jawa Timur mempercepat perbaikan masjid dan musala
yang rusak akibat gempa bumi. Perbaikan tempat ibadah dikebut untuk
keperluan aktivitas keagamaan selama Ramadan.

"Besok ini Insya Allah masuk Ramadan. Fasilitas ibadah, musala atau
masjid, kalau rusak-rusak ringan segera dilakukan proses perbaikan,"
tegas Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa di Malang, Minggu (11/4).

Perbaikan kerusakan bangunan dampak gempa dengan magnitudo 6,1 akan
dipercepat melibatkan personel TNI-AD dari Kodam V/Brawijaya dan Divisi
Infanteri 2/Kostrad Malang. Di Kabupaten Malang, 26 rumah ibadah rusak
ringan sampai berat.

"Pak Pangdam juga mengatakan, timnya di jajaran Kodim, Korem, bahkan
batalion, dan di Malang ada Divif 2 Kostrad membantu melakukan perbaikan secepatnya," katanya.

Akan tetapi, lanjutnya, perbaikan bangunan yang rusak sedang dan berat
harus memperhatikan konstruksinya. Hal itu sembari menunggu proses
penanganan melalui belanja tidak terduga di Pemprov Jatim dan Pemkab
Malang termasuk BNPB.

"Jadi kita berbagai tugas. Pak Kepala BNPB juga Insya Allah hadir, nanti sama-sama kita carikan solusi secepatnya," tuturnya.

Selain itu pemda agar melanjutkan proses pendataan dan identifikasi
sejalan dengan evakuasi selama masa tanggap darurat.

Khofifah menekankan percepatan perbaikan musala dan masjid sejalan
dengan memprioritaskan kebutuhan dasar lainnya, yakni dapur umum,
pendidikan dan kesehatan.

Sementara itu Bupati Malang Muhammad Sanusi menyatakan sudah melakukan
penanganan termasuk tanggap darurat bencana. Tiga orang meninggal dunia, Pemkab Malang juga sudah menyalurkan bantuan pada korban bencana.(N-2)

BERITA TERKAIT