11 April 2021, 13:05 WIB

Izin Ekspor Sulit Turun, Rumput Laut PT INRI Menumpuk di Gudang


Abdul Halim | Nusantara


SEKITAR 70 ton rumput laut milik PT Inti Nusa Raya Indonesia (INRI) menumpuk di gudang. Komoditas itu sulit diekspor ke Tiongkok, karena perusahaan sulit mendapatkan surat izin ekspor dari pemerintah.

Ke-70 ton rumput laut yang diproduksi secara profesional itu berada di gudang perusahaan yang berada di Desa Laeya, Kecamatan Poleang, Kabupaten Bombana, Sulawesi Tenggara.

"Kami sudah berusaha memenuhi semua persyaratan untuk ekspor, namun sampai saat ini izin belum juga turun," kata Direktur PT Inti Nusa George Riswanto.

Dia berharap pemerintah membantu pengusaha. "Kebutuhan rumput laut di sejumlah negara sangat banyak. Jika pemerintah membantu dengan mempermudah izin, ini peluang untuk mendapatkan devisa lebih banyak," tambah George.

Dia mengatakan rumput laut yang diproduksi perusahaannya merupakan hasil kerja bersama dengan Pemerintah Kabupaten Bombana, terutama  untuk laboratoriun kultur jaringan rumput laut yang ada di Desa Bombaea Kecamatan Poleang. Keberadaan laboratorium itu untuk dapat mendapatkan kwalitas  dan kwatintas rumput laut di petani rumput laut.

Meskipun belum medapatkan izin ekspor rumput laut PT Inti Nusa terus memproduksi rumput laut. Mereka merekrut 50 tenaga kerja tetap dan 70 tenaga kerja lepas.

"Jika izin ekspor bisa cepat turun, kami akan lebih banyak menggunakan tenaga kerja lokal, dengan standar gaji yang baik sesuai upah minimal provinsi," harap George.

Sementara Bupati Bombana Tafdil mengatakan pembangunan laboratoriun kultur jaringan rumput laut ini agar hasil rumput di Kabupaten Bombana betul-betul berkualitas, karena selama ini petani rumput laut hanya mendapatkan bibit dari rumput lama yang sudah ada dan kwalitasnya rendah. Seharusnya untuk mendapatkan rumput laut yang baik, cara pembibitannya harus dilakukan secara baik, sehingga mendapatkan hasil yang maksimal.

"Di Laboratorium, pengembangan bibit rumput laut akan lebih baik karena melibatkan ahli kelautan dan perikanan," tandasnya. (N-3)

BERITA TERKAIT