11 April 2021, 08:48 WIB

KRI Ahmad Yani Angkut Bantuan ke Sabu Raijua


Palce Amalo | Nusantara

KRI Ahmad Yani 351 mengangkut bantuan logistik untuk korban bencana di Kabupaten Sabu Raijua, Nusa Tenggara Timur, yang saat ini masih terisolasi akibat putusnya transportasi dan jaringan komunikasi imbas siklon Seroja.

Bantuan diangkut dari dermaga Markas Komando Pangkalan Utama TNI Angkatan Laut VII Bolok Kupang, Minggu (11/4) pagi.

Sejak Sabtu (10/4), bantuan logistik dari berbagai pihak sudah digeser dari posko ke pelabuhan untuk selanjutnya diangkut ke Sabu Raijua antara lain berasal dari Artha Graha Peduli yang sebelumnya diangkut dengan helikopter BNPB dari Maumere, Kabupaten Sikka, Posko Pemprov NTT, Gereja Masehi Injili di Timor (GMIT), GKI Jawa Timur.

Ketua Majelis Sinode GMIT Pendeta Mery Kolimon mengatakan telah berkoordinasi dengan Bapak Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Doni Manardo untuk pengiriman bantuan ke Sabu Raijua.

"Kami dipersilakan memanfaatkan KRI Ahmad Yani yang akan membawa bantuan pemerintah ke Sabu Raijua," kata Pendeta Mery Kolimon.

Baca juga: Siklon Seroja Hantam Sabu Raijua, Ratusan Rumah Penduduk Roboh

Penjabat Bupati Sabu Raijua Doris Rihi mengatakan total bangunan yang rusak berat akibat badai mencapai 12.000 unit yakni rumah penduduk, fasilitas umum dan pemerintah, kapal, dan perahu nelayan.

"Kami membutuhkan bantuan pangan, bahan bangunan berupa seng, paku biasa, paku seng, kayu, genset dan mesin pemotong kayu," katanya.

Sementara itu, korban tewas akibat siklon Seroja di NTT tercatat 174 orang dan 48 orang belum ditemukan. Korban tewas berasal dari Kota Kupang 6 orang, Adonara di Flores Timur 71 orang, Malaka 6 orang, Lembata 46 orang, Ende 1 orang, Alor 28 orang, Sabu Raijua 3 orang, Kupang 12 orang dan Sikka satu orang.(OL-5)
 

BERITA TERKAIT