09 April 2021, 10:43 WIB

Kalsel Tanam Serentak 1 Juta Pohon


Denny Susanto | Nusantara

PEMERINTAH Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) mencanangkan penanaman 1 juta pohon secara serentak di 13 kabupaten/kota dalam rangka pemulihan lingkungan pascabencana banjir dan pengurangan lahan kritis di wilayah tersebut.

Penanaman 1 juta pohon yang melibatkan berbagai pihak, yaitu masyarakat, pelajar, pegiat lingkungan, dan pemegang IPPKH ini dipusatkan kawasan lahan gambut rawan terbakar Guntung Damar sekitar embung Lok Kudat (embung Jokowi), Kecamatan Landasan Ulin Utara, Kota Banjarbaru, Jumat (9/4).

"Penanaman serentak di 13 kabupaten/kota melibatkan berbagai pihak," tutur Plt Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Kalsel Fathimatuzzahra.

Baca juga: Hari Nelayan Nasional Tanam 3.800 Bibit Mangrove di Malut

Kawasan lahan gambut rawan terbakar di kawasan sekitar Bandara Syamsuddin Noor ini memiliki luas 109 hektare dan baru siap ditanam seluas 3,5 hektare.

Dengan kegiatan rehabilitasi lahan gambut ini diharapkan mampu memulihkan fungsi lahan gambut, merevegetasi, dan menjaga fungsi hidrologis gambut.

Lebih jauh dikatakan Fathimatuzzahra, Pemprov Kalsel, melalui program Revolusi Hijau menargetkan penanaman 32 ribu hektare per tahun.

Luas lahan kritis di Kalsel saat ini terus menurun dan tercatat seluas 511.514 hektare yang diharapkan mampu dituntaskan dalam waktu 20 tahun ke depan.

Dirjen Pengelolaan Daerah Aliran Sungai Rehabilitasi Hutan dan Lahan (PDASHL) Helmi Basara mengatakan rehabilitasi hutan dan lahan menjadi program prioritas nasional.

"Indonesia cukup berhasil menekan laju deforestasi. Luas lahan kritis di Indonesia saat ini mencapai 14 juta hektare. Dibandingkan 2009, yang mencapai luas 30 juta hektare lebih, saat ini lebih kecil," ujarnya.

Upaya rehabilitasi hutan dan lahan ini bertujuan menjamin keseimbangan lingkungan, tata air daerah aliran sungai dan mendorong manfaat ekonomi pada masyarakat sekitar.

Pj Gubernur Kalsel Safrizal ZA mengatakan penanaman 1 juta pohon yang menjadi bagian dari program revolusi hijau ini adalah upaya pemulihan lingkungan pascabencana banjir besar di Kalsel, beberapa waktu lalu.

"Bencana banjir yang terjadi tidak hanya karena faktor alam tetapi juga kondisi degradasi lingkungan. Tidak hanya sekedar menanam tetapi bagaimana menciptakan kesadaran perilaku masyarakat dalam upaya pemulihan lingkungan," ungkapnya. (OL-1)

BERITA TERKAIT