09 April 2021, 10:03 WIB

Petani Singkong Tolak Penutupan Pabrik Tapioka di Bangka


Rendy Ferdiansyah | Nusantara

KEBERADAAN pabrik Tapioka di Desa Kenanga Sungailiat Bangka memberikan dampak positif bagi petani singkong di Pulau Bangka. Sebab para petani bergantung hidup dari pabrik tersebut.

Namun di sisi lain ada kelompok masyarakat menginginkan pabrik itu tutup karena menimbulkan bau tidak sedap. Hal itu membuat warga Desa Kenanga dihadapkan pada pro dan kontra terhadap keberadaan pabrik singkong tersebut.

Kepala Lingkungan Desa Kenanga, Suryadi Suryaman membenarkan keberadaan pabrik tapioka PT Bangka Asindo Agri memang menimbulkan pro dan kontra di tengah masyarakat, lantaran bau dari pabrik tersebut.

"Saya di sini tidak ada maksud untuk memecahbelahkan masyarakat, tapi
saya ingin investasi yang memberikan dampak positif bagi petani ubi ini
terus terjaga," kata Suryadi, Jumat (9/4).

Ia mengaku hampir seluruh petani singkong di Pulau Bangka bergantung hidup pada pabrik tapioka di Desa Kenangan tersebut.

"Andaikan pabrik ini ditutup, mau kemana lagi para petani menjual hasil singkong. Jika dijual ke tempat lain, tentunya akan memberatkan petani, karena biaya pengakutan ubi tak sebanding dengan keutungan petani," ujarnya.

Untuk mempertahankan pabrik tapioka tersebut tidak tutup, ia bersama ketua RT.9 Kenanga dan sejumlah warga mendatangi komisi IV DPR RI.

"Alhamdulilah, kita diterima Komisi IV dan kami melakukan Rapat
Dengar Pendapat (RDP)," jelasnya.

RDP dengan Komisi IV DPR RI ini belum menghasilkan keputusan. Namun anggota dewan berjanji akan mengecek pabrik di Desa Kenanga tersebut.

"Kita akan terus berusaha menjaga investasi yang sudah dibangun di desa ini. Karena dampak positifnya luar biasa terhadap masyarakat, khususnya petani singkong," kata Suryadi.

baca juga: Hari Nelayan Nasional Tanam 3.800 Bibit Mangrove di Malut

Sementara, Ketua RT 9 Desa Kenanga, Toni heran mengapa masalah bau busuk menjadi persoalan sehingga ada kelompok masyarakat meminta pabrik itu ditutup. Sedangkan pabrik tapioka di Desa Puding tidak dipersoalkan.

"Kita harap hal ini tidak perlu menjadi pro kontra. Kita sesama warga Kenanga, mari kita jaga investasi ini," kata Toni.


Menurutnya limbah singkong bisa dimanfaatkan untuk pakan ternak dan pupuk. (OL-3)

BERITA TERKAIT